PPKB...GPAI HARUS MILIKI "LEARNING To KNOW dan LEARNING To BE"

PPKB adalah salah satu bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru PAI yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa..

REVITALISASI SEMANGAT GPAI SMA DI MASA PANDEMI

pada hari Senin, 02 Agustus 2021 bertempat di SMAN 1 Aikmel, telah berlangsung kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Negeri/Swasta Lombok Timur.

PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

MGMP PAI SMA bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar melaksanakan pelatihan MPBM bagi GPAI SMA untuk meningkatkan kreativitas dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan.

MGMP PAI HARUS BERANI BERSAING

Pengurus MGMP PAI punya rasa percaya diri dalam mempromosikan program kerjanya, yang tentu harus diimbangi oleh profesionalisme dari MGMP PAI itu sendiri sehingga pihak luar pun akan mengakui kiprah MGMP PAI..

SELAMAT TAHUN BARU 1443 HIJRIAH

Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik.

MGMP PAI SMA LOMBOK TIMUR

Saluran Informasi Komunikasi Berbagi

Minggu, 31 Agustus 2025

Perangkat DEEFLEARNING KELAS XII

 assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh

bersama ini kami share perencanaan pembelajaran pendekatan deep learning kelas XII 

download di sini 👉perangkat 

Minggu, 15 Juni 2025

Materi Pembelajaran PAI KURMER

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan penuh rasa syukur dan semangat kolaborasi, kami sampaikan bahwa perangkat administrasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kelas X dan XI telah berhasil disusun oleh tim guru PAI Lombok Timur.

Penyusunan perangkat ini dilakukan secara gotong royong dengan harapan dapat memudahkan dan menyeragamkan proses pembelajaran PAI di seluruh SMA se-Lombok Timur, sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik kita.

Kami mengajak seluruh guru PAI SMA untuk memanfaatkan, menyesuaikan, dan mengembangkan perangkat ini sesuai karakteristik sekolah masing-masing, agar menjadi alat bantu yang efektif dalam menjalankan tugas mulia kita.

Mari terus bergerak bersama, saling menguatkan demi kemajuan pendidikan Islam di Bumi Patuh Karya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Materi PAI Kelas X (Fase E) download DI SINI

Materi PAI Kelas XI (Fase F) download DI SINI

Materi Ajar Kelas XII (Fase F) download Di SINI

Minggu, 19 Januari 2025

MODUL GENAP 2024/2025 XI XII

bersama ini kami berbagi modul ajar 
kelas XI semester genap
Download disini 》 
Kelas XII Download diSini 

Lengkap MODUL GENAP KELAS XI 👉 DISINI 

Selasa, 14 Mei 2024

Kegiatan Pengimbasan Wawasan berkebhinekaan Global


Senin 13 Mei 2024, MGMP PAI SMA lotim melaksanakan Kegiatan pengimbasan wawasan kebinekaan global bagi anggotanya. Pemateri pada Kegiatan ini adalah ketua MGMP PAI Bapak Asmuni, M.Pd.I dimana beliau  menjelaskan pengenalan dan pemahaman terhadap berbagai aspek kehidupan dan budaya yang berbeda di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk mengem- bangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan yang ada dan meningkatkan toleransi serta kerjasama di antara masyarakat yang beragam.

 Kegiatan pengimbasan ini dihadiri oleh ketua Pokjawas PAIS Kemenag Lotim Bapak H. Muhammad Syakirin, S.Ag., M.MPd. beliau menyampaikan apresiasi dan antusiasme terhadap pengalaman yang dibagikan atau praktik baik oleh guru guru penggerak PAI.

Dan pada kegiatan MGMP pengimbasan tersebut juga berharap dapat belajar lebih banyak dan menerapkan kurikulum merdeka di sekolah

Ketua Komunitas Belajar MGMP PAI SMA Lombok Timur , Bapak Asmuni, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi antara teman teman guru penggerak dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan bagi peserta didik.

Ia juga berharap bahwa kurikulum merdeka dapat memberikan manfaat positif bagi perkembangan peserta didik secara akademik, sosial, emosional, dan spiritual.

Untuk download sertifikat bisa klik disini 

Senin, 05 Desember 2022

PELATIHAN TIK ANGKATAN IV GURU PAI SMA LOMBOK TIMUR

mgmpaismalotim – 40 guru pendidikan agama Islam SMA Kabupaten Lombok Timur mengikuti Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang di Aula Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dilakukan selama enam hari terhitung (21-26 November 2022).

Para peserta terdiri dari guru guru pendidikan agama Islam, baik PNS dan Non PNS. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Kankemenag Lombok Timur Bapak H. Sirojuddin. Dalam sambutannya Beliau mengatakan pelatihan seperti ini sangatlah penting, karena sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Diharapkan semua dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan serius, karena ini adalah ilmu yang sangat bermanfaat baik untuk pekerjaan kita, maupun untuk meningkatkan kinerja pelayanan pada anak didik dan perkembangan sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut H. Sirojuddin mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak BDK Denpasar karena dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru PAI. 

Minggu, 26 Juni 2022

Pengukuhan Pengurus MGMP PAI SMA Lombok Timur

 itmgmpaismalotim – Menjadi seorang guru saat sekarang ini dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, dengan meningkatkan kompetensi pembelajaran berbais IT. Demikian harapan yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur yang diwakili bapak Kepala Seksi PAI  Drs. H. Abdul Hanan Senin (27/06) sesaat setelah melantik pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kabupaten Lombok Timur, berlangsung di Lesehen Begibung Kelayu.

Drs. Abdul Hanan berharap, “Sebisa mungkin pengurus dapat merumuskan substansi materi pembelajaran yang akan disampaikan, dengan waktu terbatas. Bisa membuat media pembelajaran dengan konten video dan media lainnya yang menarik. Pengurus yang baru saja dilantik agar siap mengabdikan pribadi secara fisik, dan meluangkan waktunya untuk pengembangan kualitas pendidikan niscaya akan menjadi amal jariyah. Ilmu yang dimiliki harus disampaikan pada anak didik mengingat guru sebagai warisatul ambiya. Mempelajari ilmu semakin tinggi semakin baik hal ini menjadi tantangan. Pengurus juga bisa membuat modul pembelajaran. Kami ucapkan selamat pada pengurus baru, menjadi pengurus merupakan sebuah amanah yang harus ditunaikan. Laksanakan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggungjawab dan penuh keikhlasan, niscaya akan menjadi amal shalih, dan selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT,” ujarnya.

Drs. H. Abdul Hanan, MM kepala Seksi PAIS Kemenag Kabupaten Lombok Timur dalam sambutannya mengapresiasi akan adanya pembaharuan pengurus. MGMP kehadirannya diharapkan menambah dan mengasah kompetensi guru, kepribadian, pedagogik, sosial, spiritual dan leadership. Internalisasi nilai-nilai agama yang disampaikan anak didik benar-benar sudah dijiwai dan diamalkan, sehingga guru tidak hanya mentransfer ilmu tapi juga transfer nilai.
Acara dilanjutkan dengan pembinaan oleh Ketua Kelompok Kerja Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur Muhammad Syakirin, S.Ag. M.MPd. dengan materi pembinaan Organisasi Yang Profesional.

Ketua MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur  terlantik Asmuni, M.Pd.I menyatakan siap bersama-sama pengurus, akan segera melakukan raker menyusun program kerja kepengurusan periode ini. “Semoga pengurus dapat mewujudkan harapan kepala kantor,  kasi PAIS, juga pengawas, dapat meningkatkan kompetensi guru, juga m­eningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.  (itmgmpaisma)

Minggu, 06 Februari 2022

MGMP PAI Gelar Bimtek Penyusunan Soal



MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur Senin, 7 Februari 2022 bertempat di SMAN 1 Suralaga  Kegiatan MGMP ini membahas terkait tehnik penyusunan soal yang baik benar persiapan dalam penyusunan naskah soal Ujian Sekolah (US). Kegiatan tersebut menghadirkan bapak pengawas PAI Muhammad Syakirin, S.Ag.,M.MPd. sebagai pemateri, dan dihadiri pengurus dan Anggota MGMP PAI SMA se Kabupaten Lombok Timur.

Salah satu titik fokus dari pendidikan saat ini adalah penilaian berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Keterampilan tersebut mendorong peserta didik mampu berpikir kritis, analitis, sistematis, terutama dalam konteks pemecahan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman sebaya. Namun demikian, belum semua pendidik mampu menyusun soal yang berorientasi pada keterampilan yang dimaksud. Tujuan dari kegiatan MGMP ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait penyusunan soal yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi kepada para guru PAI SMA yang berjumlah 45 orang. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan presentasi. 

Pengawas PAI Kemenag Lotim Bapak Muhammad Syakirin menjelaskan bahwa Pada dasarnya kita semua menghendaki lulusan yang berkualitas agar peserta  didik mampu berpikir kritis,  literal, dan sistemis, terutama dalam pemecahan masalah sehingga mereka  bisabersaing  dan  menjadi  pemenang  dalam  persaingan  yang  ada. 

Aktivitas pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu dari peningkatan kualitas lulusan kita. Sesungguhnya, soal-soal  yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) memampukan peserta didik berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif. Pemerintah melalui Kemendikbud kementerian agama mewajibkan  semua  guru  pada  setiap  satuan pendidikan  formal  untuk mendesain pembelajaran dan standar penilaian berorientasi pada HOTS demi  peningkatan kualitas Pendidikan di  Indonesia. 

Bapak/ibu guru yang terbiasa dengan penyusunan soal-soal berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Rendah atau Lower Order Thinking  Skill (LOTS) dan Keterampilan Berpikir Tingkat Sedang atau Medium Order Thinking Skill (MOTS) untuk segera beradaptasi dengan tuntutan HOTS demi kualitas peserta didik kita. 

Selanjutnya teknik penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS dalam pembelajaran PAI terdiri dari (1) menganalisa KD; (2) mengembangkan kisi-kisi; (3) memilih stimulus yang menarik dan konstektual; (4) menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal; (5) menentukan kunci jawaban/pedoman penskoran; (6) melakukan analisis kualitatif; dan (7) melakukan analisis kuantitatif. 

langkah-langkah penyusunan soal  HOTS  dalam  pembelajaran PAI, adalah sebagai berikut : 

langkah pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa KD, guru terlebih dahulu memilih KD mata  pelajaran yang digunakan dalam  kurikulum  2013. Setelah itu,  analisis  mana  saja  KD  yang  berada  pada  level  kognitif  berdasarkan  taksonomi bloom dan sesuai dengan level HOTS. Adapun level kognitif yang dimaksud adalah menganalisis  (C4),  mengevaluasi  (C5),  dan  mengkreasikan  (C6).  Langkah  kedua adalah  mengembangkan  kisi-kisi,  pada  langkah  ini  soal  harus  berisi  keterkaitan antara KD, indikator soal, materi, level  kognitif dan  bentuk soalnya.

Langkah ketiga, memilih stimulus yang menarik dan konstektual. Dalam konteks ujian sekolah, guru dapat  memilih  stimulus  dari  lingkungan  sekolah  atau  daerah  setempat.  

Langkah keempat  menulis  butir  pertanyaan,  pada  bagian  ini  pertanyaan  yang  ditulis  harus sesuai  dengan  kriteria  yang  ditetapkan  dalam  materi  dan  menampilkan  masalah aktual. 

Langkah  kelima  menentukan  kunci  jawaban/pedoman  penskoran,  pada bagian  ini  pedoman  penskoran  dibuat  untuk  bentuk  soal  uraian.  Sementara  kunci jawaban  dibuat  untuk  bentuk  soal  pilihan  ganda,  pilihan  ganda  kompleks. Pungkas Syakirin mengakhiri penjelasannya.

Selanjutnya ketua MGMP PAI Asmuni menjelaskan, bahwa kegiatan MGMP hari  ini  mendorong  para  guru memahami konstruksi soal-soal berorientasi pada HOTS. Di samping itu, para peserta MGMP  merasa senang dan puas dengan materi  yang  disajikan  oleh  bapak Pengawas PAI.  

Hubbus Salim menjelaskan bahwa sebelum ada penjelasan terkait materi ini GPAI hanya mengkonstruksi soal-soal yang merujuk pada buku-buku wajib mata pelajaran. Penjelasan materi penyusunan soal LOTS HOTS MOTS dari bapak  pengawas PAI membuka wawasan kita   terkait  proporsional penyusunan soal sesuai dengan taksonomi Bloom,  yaitu  soal-soal  yang  berorientasi pada  keterampilan  berpikir  tingkat  rendah (C1 dan C2), berpikir tingkat sedang  (C3), dan berpikir tingkat tinggi (C4-C6).

Jumat, 04 Februari 2022

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF DI SMAN 1 SELONG


AKSI NYATA BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

“MEMBIASAKAN BUDAYA POSTIF DENGAN MENERAPKAN 5S
 (SALAM, SENYUM, SAPA, SOPAN DAN SANTUN)” 

Penulis : Asmuni, M.Pd.I (Guru PAI SMAN Selong)

A. Latar Belakang 

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada Satuan Pendidikan Formal, PPK ditujukan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter yang meliputi banyak nilai. Dalam implementasinya, penguatan pendidikan karakter bisa dilakukan dengan berbasis budaya sekolah. Maksud budaya sekolah di sini adalah keseluruhan corak relasional antarindividu di lingkungan pendidikan yang membentuk tradisi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan spirit dan nilainilai karakter yang dikembangkan di sekolah. Penerapan PPK yang berbasiskan budaya sekolah dengan budaya postif, salah satunya dengan pembiasaan nilainilai utama pancasila. Kontek sekarang untuk tatanan pelajar Indonesia, nilai-nilai tersebut tertuang dalam profil pelajar pancasila. Salah satu nilai karakter dalam profil pelajar pancasila adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia. Bentuk penerapan nilai ini antara lain dengan menciptakan budaya postif dengan menerapkan perilaku 5S (salam, senyum, sapa, sopan dan santun) di lingkungan kelas/sekolah. 

Sepanjang pengamatan dan temuan kami di sekolah, tidak sedikit siswa belum menerapkan budaya salam, sopan dan santun. Sementara budaya sapa dan senyum sudah banyak siswa menunjukkannya. Di saat bertemu dengan guru, siswa tidak mengucapkan salam (tentu salam sesuai syariat Islam karena hampir semua siswa di sekolah ini beragama Islam). Maka dengan gurunya saja tidak, maka diasumsikan mereka tidak mengucapkan salam saat bertemu muka dengan siswa lain di sekolah. Maka guru akhirnya yang terlebih dahulu mengucapkan salam sebagai pembelajaran dan teladan bagi siswa. Tetapi meskipun tidak mengucapkan salam, siswa masih bisa menunjukkan wajah senyum dan kelihatan bahagia. Misalnya, tersenyum kepada guru, menyapa apabila bertemu dengan guru, bersalaman dengan guru, bersikap sopan, dan bertutur kata dengan bahasa yang santun. Hal lain yang patut dipotret di sekolah ini adalah siswa belum banyak menunjukkan perilaku sopan dan santun. Baik sopan dan santun saat berbicara, bersikap maupun dalam bertindak kepada sesama warga sekolah yang lain. 

Terwujudnya budaya 5S di sekolah sebagai bagian dari budaya postif dalam pelaksanaannya memerlukan kerjasama semua pihak terutama rekan guru (penggerak) yang memiliki peran strategis dengan menerapkan konsep-konsep inti budaya positif seperti disiplin positif, motivasi perilaku manusia, posisi kontrol, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Penerapan konsep-konsep inti tersebut secara sistematis dan menyeluruh, tentu akan berdampak pada tumbuh kembangnya karakter siswa dan juga tumbuh kembangnya nilai-nilai yang tertuang dalam profil pelajar pancasila. Guru dalam mewujudkan maksud tersebut memerlukan kolaborasi dengan semua pihak, seperti kepala sekolah, seluruh siswa, teman sejawat, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua/wali siswa dan dinas pendidikan dan kebudayaan selaku pembina dan pemangku kebijakan pendidikan.

B. Tujuan 

Tujuan kegiatan aksi nyata ini sebagai berikut: 

  1. Memberikan pemahaman bagi siswa mengenai penting dan manfaatnya memiliki akhlak mulia dengan menerapkan dan membudayakan budaya 5S. 
  2. Melatih dan membiasakan siswa menerapkan budaya postif 5S di sekolah dan terlebih dapat berkembang dan berdampak pembiasaannya pada wilayah yang lebih luas yakni di luar lingkungan sekolah. 
  3. Terwujudkanya sekolah yang memiliki budaya positif melalui penerapan dan pembiasaan budaya 5S, di mana budaya postif di sekolah merupakan bagian dari visi sekolah. 
C. Tolok Ukur 

Sejumlah poin yang menjadi tolok ukur kegiatan aksi nyata ini sebagai berikut: 
  1. Siswa memahami pentingnya berakhlak mulia menerapkan dan membudayakan 5S dalam berinteraksi dengan semua warga sekolah. 
  2. Siswa terbiasa bahkan menjadi suatu kebutuhan dalam menerapkan budaya positif 5S di kelas/sekolah bahkan pembiasaannya semakin meluas di luar lingkungan sekolah. 
  3. Siswa dan warga sekolah lainnya menerapkan budaya positif sebagai wujud penerapan program sekolah yang termuat dalam visi-misi sekolah. 
D. Pelaksanaan Aksi Nyata 

Agar pelaksanaan aksi nyata budaya postif di sekolah ini berjalan terarah dan efektif, maka langkah-langkah yang diterapkan sebagai berikut: 

1. Mensosialisaikan pentingnya budaya positif di sekolah 
Menyampaikan informasi pentingnya budaya postif 5S di sekolah secara langsung dan mendalam kepada siswa masih terbatas, yaitu siswa kelas X-9, X-10, dan X-11 sesuai kelas yang saya ampu atau mengajar materi pelajaran di dalamnya. Memang saya juga mengajar di kelas XII IPS yang berjumlah 5 Penyampaian informasi pelaksanaan aksi nyata budaya positif 5S rombel, namun secara terprogram tidak menjadi sasaran karena siswa kelas XII saat ini sebentar lagi akan tamat. Untuk siswa kelas X memiliki waktu yang cukup panjang untuk melaksanakan, mengontrol, mengevaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan program. 
Perlu diketahui bahwa menyampaikan program budaya postif ini telah dilakukan di kesempatan dan forum lain seperti saat kegiatan imtaq jumat pagi dan saat sebelum pembelajaran dimulai pada kelas yang saya ampu (termasuk kelas XII) yang bersifat kondisional. 

2. Membuat kesepakatan/keyakinan kelas 
Tahap berikutnya siswa menulis kesepakatan kelas di kelasnya masingmasing. Kesepakatan kelas dilakukan dengan menjaring informasi secara tertulis dari seluruh siswa. Setiap siswa diberikan
lembaran kecil untuk menulis sejumlah kesepakatan kelas yang diinginkan, termasuk di dalamnya penerapan budaya 5S. Setiap siswa dibatasi menulis 2 atau 3 poin kesepakatan yang ingin ditawarkan sebagai sebuah nilai yang diterapkan bersama. 

3. Mengidentifikasi kesepakatan/keyakinan kelas 

Setelah siswa menulis kesepakatan yang diinginkan, mereka maju dan menempelkankannya di papan tulis. Guru membacakan setiap lembaran kertas yang tertempel di papan telus tersebut satu per satu dan siswa mendengar dan mencermatinya. Kemudian guru meminta siswa mengidetifikasi dan
menyimpulkan usulan yang sama baik secara redaksi sama maupun redaksi beda namun memiliki makna yang sama, sehingga mengerucut menjadi sejumlah poin penting. 

Berikut terdapat sejumlah poin penting yang telah teridentifikasi dari seluruh kelas yang menjadi kesepakatan/ keyakinan kelas, yaitu 
a. membudayakan perilaku 5S di kelas/sekolah (poin ini yang paling banyak diusulkan oleh siswa) 
b. mengikuti kegiatan mengaji pagi setiap hari sebelum pembelajaran (mata pelajaran) dimulai.
c. Masuk kelas pembelajaran tepat waktu (on time)
d. Menyelesaikan tugas tepat waktu baik yang ditentukan oleh guru maupun berdasarkan kesepakatan bersama. 
e. Menguatkan kegiatan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran setiap hari sekolah. 

4. Melakukan pemantauan aksi nyata budaya positif 

Terhadap pelaksanaan praktik budaya positif 5S di sekolah oleh siswa dilakukan pemantauan secara berkala. Pemantauan sangat memungkinkan dilakukan setiap hari setidaknya ketika bertemu (berpapasan) langsung dengan siswa, apakah saat itu mereka secara spontan menerapkan keyakinan kelas yang disepakati atau tidak. Atau dapat juga secara spontan mengamati atau menjumpai mereka menerapkan keyakinan kelas itu setiap harinya. Pemantauan secara terencana dan mendalam dilakukan ketika memasuki kelas saat menyampaikan materi pembelajaran setiap pekan pada jam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebelum pembelajaran dimulai, guru mengamati praktik budaya positif dan memberikan penguatan terhadap siswa yang sudah merealisasikannya. Diharapkan terus menjadi budaya dan kebiasaan sehari-hari siswa. Kemudian mengingatkan kembali keyakinan kelas apabila ada siswa yang belum menerapkannya sebagai bagian dari sikap dan perilaku sehari-hari di sekolah. 

E. Problematika Pelaksanaan Aksi Nyata 
Dalam pelaksanaan aksi nyata budaya postif 5S atau lainnya, sejumlah permasalahan atau dapat disebut sebagai kelemahan yang ditemukan dalam pelaksanaannya. Pertama, karena secara program sasarannya terbatas pada kelas tertentu (sebagian siswa), maka pelaksanaannya tidak tidak bisa secara serentak kepada seluruh siswa di sekolah jumlahnya lebih dari seribu orang. Namun tetap harus diarahkan dan diterapkan oleh seluruh siswa di sekolah, karena ia juga merupakan bagian dari peraturan (tata tertib) sekolah dan merupakan bagian dari visi dan tujuan sekolah. Akan tetapi lebih difokuskan pada siswa tertentu sasaran program budaya positif 5S. Maka upaya berikutnya, meskipun sasaran terbatas pada sejumlah siswa, pemantauan secara intensif tetap dilakukan pada seluruh siswa, agar siswa yang merupakan sasaran tidak terpengaruh dengan perilaku siswa lain yang bukan sasaran. Kedua, aksi nyata ini belum dapat melibatkan seluruh guru dan warga sekolah lainnya untuk berkolaborasi terutama dalam memantau perkembangan aksi nyata di lapangan, karena mungkin masih lebih fokus menjalankan tufoksi masing-masing atau kemungkinan ketiadaan informasi yang diperoleh terkait pelaksanaan aksi nyata ini. Hal dalam kadang dalam kondisi tertentu dirasakan oleh penulis sendiri, memfokuskan pada tugasi tertentu saat itu. Maka ke depannya perlu memaksimalkan sosialisasi dan mengajak semua pihak untuk berkolbaorasi. 
Ketiga, pelaksanaan aksi nyata ini hasilnya sampai disusunnya tulisan ini belum dapat dilihat dengan waktu yang relatif singkat (sebulan dua bulan, misalnya), melainkan memerlukan waktu dan proses yang tak singkat karena berkaitan dengan perubahan karakter dan perilaku seseorang. Maka jelas perubahannya tidak secepat membalik telapak tangan. Tetapi, berdasarkan pemantauan dan observasi sejauh ini tidak sedikit siswa menunjukkan perubahan sikap dan perilakunya, yang tadinya belum menerapkan budaya 5S sekali atau hanya sebagiannya, sekarang sudah merealisasikannya. Upaya berikutnya adalah memaksimalkan pemantauan pelaksanaan agar perilaku tersebut menjadi kebiasaan (budaya postif). Dalam pelaksanaan aksi nyata ini di samping terdapat sejumlah permasalahan atau kelemahannya, terdapat pula sejumlah kelebihannya. 
Pertama, siswa memiliki acuan lebih jelas berupa kesepakatan/keyakinan kelas yang telah disepakati karena mereka mudah mengingat atau diingatkan guru. Barangkali berbeda dengan peraturan kelas atau tata tertib sekolah yang dibuat banyak dan belum tentu diterima oleh siswa sehingga berpotensi untuk dilanggar. 
Kedua, kesepakatan/keyakinan kelas yang disepakati sesuai dengan keadaan dan kebutuhan siswa karena berangkat dari usulan atau pendapat siswa itu sendiri melalui identifikasi kesepakatan kelas. 
Ketiga, dapat dipantau secara berkala terhadap aktivitas penerapan budaya 5S oleh siswa terutama ketika melaksanakan pembelajaran di kelas tersebut. Bahkan dilakukan pemantauan saat berkeliling menuju kelas-kelas ketika memantau pelaksanaan program mengaji pagi sebelum pembelajaran dimulai. Dalam hal ini pemantauan lebih difokuskan pada praktik budaya 5S. 

F. Dukungan Yang Dibutuhkan
Keberhasilan pelaksanaan aksi nyata ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh penulis, melainkan harus didukung oleh semua pihak sebagai bentuk kolaborasi. Berikut sejumlah pihak terkait yang memberi dukungan sebagai berikut: 
  1. Dukungan kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan; 
  2. Dukungan teman sejawat (guru mata pelajaran); 
  3. Dukungan warga sekolah lainnya secara bersama-sama mewujudkan aksi nyata ini;
  4. Dukungan siswa sebagai subyek/sasaran utama untuk menyambut baik dan berkomitmen melaksanakan aksi nyata ini; 
  5. Dukungan komite sekolah dan orangtua/wali siswa. 
File Bisa di download di sini

Minggu, 09 Januari 2022

RPP PAI Kelas XII dan Modul Ajar kelas X Sekolah Penggerak

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan salah satu administrasi Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran pada waktu tatap muka. 

Dibawah ini kami hadirkan contoh RPP yang nantinya bisa sebagai pedoman (acuan) kita dalam membuat RPP yang sesuai dengan kondisi tempat tugas kita masing masing.

RPP kelas XII Saling Menasehati dan Ihsan download

RPP kelas XII Iman Kepada Qada' dan Qadar Download

RPP kelas XII Warisan Dalam Islam Download

RPP kelas XII Perkembangan Islam Di Dunia Download

Modul Ajar Kelas X (Sekolah Penggerak) Download

Demikian informasi ini disampaikan, semoga bermanfaat. 

GPAI Hebat

(Admin)

Sabtu, 13 November 2021

Naskah soal PAS Ganjil PAI & BP SMA Tahun Pelajaran 2021/2022

mgmpaismalotim, Sahabat GPAI semua kali ini admin akan membagikan soal pas ganjil mata pelajaran PAI & BP SMA tahun pelajaran 2021/2022, Soal PAS ini merupakan Soal Uji Kemampuan Peserta didik atau siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan dikelas selama kegiatan belajar mengajar pada semester Ganjil. Hasil pada kegiatan ini yaitu Ulangan Harian (UAS) atau Penilaian Akhir Semester (PAS) yang nantinya akan dimasukkan ke dalam Raport Untuk dibagikan ke siswa tersebut, dalam soal pas  PAI ini terdapat juga Kisi-kisi yang sudah admin sediakan untuk didownload,

Yuk Unduh soal pas PAI SMA yang sudah kami sediakan, anda cukup klik link download soal pas , maka secara otomatis soal pas yang anda klik tadi akan secara otomatis terunduh sendiri.

Soal Assesment Formatif Fase E Kelas X (sekolah Penggerak)  Download

Soal PAS Ganjil Kelas X Download

Soal PAS Ganjil Kelas XI Download

Soal Pas ganjil Kelas XII Download

itulah beberapa soal PAS PAI & BP yang bisa admin bagikan, semoga bermanfaat.


MGMP PAI LOTIM MENGGELAR SOSIALISASI SIMPKB BAGI ANGGOTANYA

mgmpaismalotim, Pertemuan MGMP PAI SMA Lombok Timur pada bulan November 2021 bertempat di SMAN 1 Selong, pertemuan tersebut dihadiri oleh Operator Kabupaten yang memegang akun pada SIMPKB, selain itu turut hadir Kepala SMAN 1 Selong serta pengurus dan anggota MGMP SMA Lombok Timur.

pada pertemuan tersebut diagendakan membahas terkait beberapa permasalahan GPAI pada akun SIMPKB baik itu masalah lupa password, tidak bisa login, dan bahkan meminta reset akun.

oleh operator dijelaskan beberapa hal terkait SIMPKB, menurutnya SIM PKB merupakan aplikasi online bagi guru untuk mengetahui berbagai macam informasi keguruan. Jika dulu untuk mengecek berbagai macam data dan informasi terpisah-pisah di alamat tertentu, maka lewat SIM PKB semua dijadikan satu agar guru lebih mudah mengakses secara mandiri.

sebelumnya di tahun 2015, SIM PKB disebut Guru Pembelajar Online (GPO) , dimana data yang ditampilkan adalah data Hasil UKG tahun 2015 yang dibutuhkan untuk keperluan pelatihan Guru Pembelajar.   Diklat GPO tersebut menggunakan 3 mode yakni, tatap muka, kombinasi, dan mode daring atau online. Nah bagi guru yang mengikuti diklat guru pembelajar dengan mode kombinasi (tatap muka + online) dan moda daring full online wajib memiliki akun dan login di web guru pembelajar. Guru Pembelajar sendiri diubah menjadi PKB atau kepanjangan dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Untuk aplikasi onlinenya disebut SIM PKB atau Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Fungsi Utama SIM PKB antara lain untuk mengecek Info GTK, mendaftar dan mengetahui jadwal sertifikasi guru (PPGJ) dan program PKB/Guru Pembelajar itu sendiri serta informasi pelatihan yang bisa diikuti oleh guru.

Adapun alamat yang bisa diakses untuk login SIM PKB tersebut adalah  di   https://app.simpkb.id/ atau di http://gtk.belajar.kemdikbud.go.id

Guru pemiliki akun SIM PKB akan diberikan surat pemberitahuan akun yang berisi user ID dan password akun login guru pembelajar. Jadi peserta GP masuk ke web SIM PKB/ guru pembelajar dan mencari tombol merah login, lalu memasukkan email dan password yang telah dimiliki.

Rabu, 08 September 2021

HILANGNYA KEBERKAHAN ILMU ANAK, KARENA PRILAKU BURUK ORANG TUA TERHADAP GURUNYA

itmgmpaisma_Syekh Abdul Qadir adalah seorang ulama yang terkenal pada zamannya. Murid-muridnya berasal dari berbagai kalangan. Ada anak orang kaya, ada anak penguasa, ada juga anak pedagang dan anak-anak orang miskin. Di madrasah Syekh Abdul Qadir tidak ada dikriminasi, semua murid diperlakukan sama.

Di madrasah Syekh Abdul Qadir diperkenalkan ilmu dan lebih diutamakan adab, termasuk adab kepada guru yang dijunjung tinggi. Termasuk adab yang diajarkan adalah bagaimana murid berhikmat dan meraih keberkahan dari gurunya.

Sebuah kebiasaan bahwa ketika sang guru sedang menyantap makanan, maka murid-murid tidak ada yang ikut makan sebelum gurunya selesai, ternyata ada tradisi meraih berkah ilmu dengan memakan sisa makanan gurunya.

Syekh Abdul Qadir paham hal tersebut sehingga ia selalu menyisahkan makanannya untuk di ambil oleh murid-muridnya. Seorang tamu yang datang menjenguk anaknya melihat hal itu dan berfikir bahwa anak-anak mereka yang belajar pada Syekh Abdul Qadir diperlakukan seperti babu atau kucing. Masa mereka diberikan sisa makanan dari gurunya. Pikiran kotor inilah yang menyebabkan orang tua murid tadi memprofokasi orang tua lainnya.

Salah satu orang tua yang merupakan orang terpandang, kaya dan penguasa termakan propokasi dan datang menghadap Syekh Abdul Qadir dan mengungkapkan keberatannya atas perlakuan sang guru kepada anaknya yang dianggap melecehkan kehormatannya dan kehormatan anaknya.

Maka terjadilah dialog sebagai berikut :

“Wahai tuan syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing. Saya hantar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama’.”

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja. “ Kalau begitu ambillah anakmu.”

Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk pulang. Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan pulang. Orang tua murid tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat, ternyata kesemua soalannya dijawab dengan tepat dan rinci. Maka bapak tadi berubah fikiran dan mengembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir.

“Wahai tuan syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali. Tuan didiklah anak saya. Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga diperlakukan seperti kucing. Saya melihat ilmu anak saya sangat luar biasa bila bersamamu.”

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir. “Bukan aku tidak mau menerimanya kembali, tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU dariku, ALLAH sudah menutup futuhnya (Mata Hati) untuk mendapat ilmu disebabkan orang tua yang tidak beradab kepada GURU.”

Ternyata orang tua yang tidak beradab pada guru bisa menyebabkan anak-anaknya menjadi korban kehilangan keberkahan ilmu dari guru-gurunya.

Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu. Anak, Ibu, Ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru. Kata ulama: Satu perasangka buruk saja kepada gurumu maka Allah haramkan seluruh keberkatan yang ada pada gurumu kepadamu.

Kisah ini adalah refleksi untuk para orang tua siswa, sia-sialah kita menyekolahkan anak kita kalau pada akhirnya ilmu yang diperolehnya tidak berberkah. Karena kita sebagai orang tua yang tidak beradab kepada guru sehingga anak-anak kitapun menjadi kehilangan adab kepada gurunya. (hbs)


Senin, 06 September 2021

KASI PAIS Sosialisasikan Juknis Tunjangan Profesi Guru (TPG)

itmgmpais., Selaku tenaga pendidik yang profesional, seorang Guru harus memiliki kompetensi, sehingga dapat mencetak generasi yang memiliki pengetahuan dibidang IPTEK dan IMTAQ. Selain itu, guru harus kreatif, berkepribadian, dan berjiwa sosial.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pais Kemenag Lombok Timur, Drs. H. Abdul Hanan dalam kegiatan MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur,  Senin (06/09) di SMAN 1 Wanasaba, hadir dalam Kegiatan tersebut Koordinator Pengawas PAI, sekretaris Pengawas, Pengurus MGMP PAI SMA serta anggota MGMP PAI SMA  se Kabupaten Lombok Timur.

Drs. H. Abdul Hanan menjelaskan, Seorang pendidik harus disiplin mengajar dan kehadirannya menjadi sangat ditunggu baik kalangan guru maupun siswa, serta mampu meningkatkan profesionalismenya. Guru yang bersertifikasi wajib mengajar seminggu 24 jam. Guru harus terus merespon perkembangan Iptek guna meningkatkan pengetahuannya.

“Guru harus disiplin, tertib, memberikan teladan serta menguasai IT, jangan sampai gaptek. Guru harus pula memiliki kompetensi pedagogik, berkepribadian, berjiwa sosial dan profesional,” sambungnya.

Mengingat tujuan kegiatan ini adalah tercapainya peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam sehingga memenuhi Standar minimal Pendidikan Nasional. Selain itu juga dapat meningkatkan motivasi, semangat, transparasi dan akuntabilitas serta memicu peningkatan kualitas personil.

Menurutnya, guru memegang peranan penting dalam membentuk watak dan sikap serta bisa mengembangkan potensi para anak didik. Oleh karena itu, beliau berharap guru PAI dapat meningkatkan nilai-nilai agama, khususnya akhlaqul Karimah kepada anak didiknya.

Pada kesempatan itu, beliau juga menyampaikan harapan kepada guru PAI untuk semakin meningkatkan kualitasnya dalam mengajar.

Lebih lanjut, Kasi PAIS menambahkan ‘Kadar kualitas guru ternyata dipandang sebagai penyebab kadar kualitas output sekolah. Rendah dan merosotnya mutu pendidikan sebagaimana yang sering disinyalir berkaitan erat dengan kualitas guru, untuk itu guru terutama penerima sertifikasi diharapkan untuk dapat terus kreatif dalam meningkatkan kemampuan mengajarnya demi tercapainya misi mencerdaskan kehidupan bangsa, tutup Drs. H. Abdul Hanan mengakhiri pengarahannya.


Sementara itu Koordinator Pengawas PAI Bapak Muhammad Syakirin, M.MPd, mensosialisasikan terkait pembayaran TPG sekaligus menekankan bahwa sebagai guru agama Islam terutama sebagai penerima sertifikasi, Guru PAI harus selalu menjadi ujung tombak perubahan moral bangsa, sehingga apabila guru itu sendiri tidak berkualitas secara keilmuan maka akan berpengaruh pada nilai moral dan akhlak para murid, untuk itu selain memenuhi jam wajib sebagai guru, diharapkan guru PAI maupun pengawas dapat menjalankan tugasnya sebagai guru yang di gugu dan ditiru dalam keseharian.

Dalam kegiatan MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur Bapak Pokjawas menjelaskan tentang beberapa hal yaitu :

1. Persiapan persyaratan pencairan TPG Guru Semester Ganjil Tahun 2021

2. Sosialisasi PP No. 19 tahun 2017 tentang kepala sekolah sebagai managerial dan sekaligus equivalen 24 jam

3. Pemenuhan Jam wajib guru PAI sebanyak 24 Jam paling sedikit dan 40 Jam sebanyak-banyaknya.

lebih lanjut bapak Muhammad Syakirin menjelaskan Pencairan tunjangan profesi guru biasanya menunggu terbitnya petunjuk teknis (juknis) yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI yang biasanya ada perubahan-perubahan jika dibandingkan dengan juknis pencairan tahun sebelumnya. Begitu juga dengan pencairan tujangan profesi guru untuk guru. (hbs)


Jumat, 03 September 2021

AKM dan Implikasinya terhadap Pembelajaran

Assesmen Nasional merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh dari

Assesmen nasional diharapkan digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar murid.

Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca serta literasi matematika (numerasi). Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Berbeda dengan asesmen berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM,

yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca maupun numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia serta untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Tujuan AKM

Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen penting, yaitu kurikulum (apa yang diharapkan akan dicapai), pembelajaran (bagaimana mencapai) dan asesmen (apa yang sudah dicapai). Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan. Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid.

Pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi murid. Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian murid. Dengan demikian “Teaching at the right level” dapat diterapkan. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran.

untuk memahami lebih lanjut dapat mendownload file disini

Kamis, 26 Agustus 2021

Gelar PPKB, Kakanwil Kemenag NTB : GPAI Harus Miliki ‘’Learning To Know dan Learning To Be’’

itmgmpaisma --- Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB Dr. H.M.Zaidi Abdad ., M.Ag membuka secara resmi kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB), bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SMP, SMA dan SMK. Kegiatan digelar di Jayakarta Hotel, Senggigi Batu Layar Kabupaten Lombok Barat. Senin, (23/8).

Dalam kesempatan itu, Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag menyebut guru merupakan unsur utama pada keseluruhan proses pendidikan, terutama di tingkat institusional dan instruksional. Posisi guru dalam pelaksanaannya berada pada garis terdepan.

Disampaikan juga bahwa PPKB merupakan program Direktorat PAI sejak tahun 2017, sekaligus juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Menpan RB Nomor 16 Tahun 2009. Berdasarkan Peraturan Menpan RB Nomor 16 Tahun 2009, tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap profesional guru dan tenaga kependidikan yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kinerja guru PAI.

Terkait dengan itu Kakanwil berharap agar guru bisa melakukan pengembangan diri melalui kemampuan literasi, dan aktif terlibat dalam kegiatan pengembangan diri, inovatif dan kreatif dalam menyampaikan materi terlebih diera pandemi covid 19, dan membuat karya tulis ilmiah, tegasnya.

‘’Kemampuan lain ini tentu, adalah GPAI yang dalam hal ini menjadi garda terdepan, harus memiliki keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know), keterampilan dalam mengembangkan jati diri (Learning to be), dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do, serta yang terpenting adalah keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together),’’ sambungnya.

Sementara itu Bapak Muhammad Azuddin, S.Ag, M.Pd.I selaku Ketua Panitia sekaligus Kasi PAIS Tingkat Menengah mengatakan, bahwa guru sebagai pilar utama dalam proses pendidikan memiliki pengaruh paling besar terhadap hasil belajar siswa. Pendidikan bermutu dipengaruhi guru bermutu juga, dan salah satu faktor menjadikan guru itu bermutu adalah, kemampuan literasi seorang guru.

Berdasarkan penting dan strategisnya kemampuan literasi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka pembinaan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Pendidikan Agama Islam menitikberatkan pada kompetensi GPAI dalam bidang literasi khususnya Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

‘’Seorang guru harus terus meningkatkan keprofesionalismenya, melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan. Sehingga anak didik tersebut memilki kualitas yang baik,’’

PPKB ini menurut Bapak Azuddin, adalah salah satu bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru PAI yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa.

Kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) berlangsung dua hari 23 -24 Agustus 2021 yang diikuti 50 Guru PAI jenjang SMP, SMA/SMK dan nara sumber dari Kanwil Kemenag NTB, WI dari LPMP NTB, dan Praktisi Pendidikan.

(ayah aby)

Selasa, 17 Agustus 2021

Update Data GPAI pada Aplikasi SIAGA - EMIS Pendis Tapel 2021/2022


Sehubungan dengan telah dibukanya update data GPAI pada aplikasi SIAGA dan Emis PAI tahun Pelajaran 2021/2022, oleh karenanya di infokan untuk semua GPAI se-kabupaten lombok timur untuk membuka aplikasi SIAGA nya,.untuk mengisi dan melengkapi jadwal pelajaran dan data data yang lain agar teman GPAI aktif di siaga sesuai dengan petunjuk dari aperator PAIS, apabila terdapat kendala, silahkan bisa datang ke kantor atau menghubungi operator PAIS.

Bagi GPAI yang sudah mengisi jadwal di siaga dan mau mengaktifkan jadwal di siaga silahkan membawa sk pembagian tugas dan lapor bulan jumlah siswa dari dapodik ke bagian seksi PAIS supaya bisa di setujui..

Adapun berkas yang perlu dipersiapkan sebagaimana isi surat pemberitahuan pengisian data dari Kasi Pais Kemenag Lombok Timur dianataranya adalah sebagai berikut :

  1. SK Pengangkatan menjadi guru tahun pelajaran 2021/2022 (Non PNS) di Upload pada "Status Pegawai"
  2. SK Kenaikan Pangkat/SK Berkala (PNS) Upload pada "Status Pegawai" 
  3. SK pembagian Tugas dan lapor Bulan Jumlah Siswa dari Dapodik sebagai Syarat mengaktifkan Jadwal Mengajar
  4. Jurnal Pengembangan PAI yang sudah ditanda tangani oleh Pengawas bagi GPAI yang menjabat Kepala Sekolah
  5. SKMT dan SKBK menunggu Jadwal pemberkasan

Surat Pemberitahuan dan pengisian data SIAGA-EMIS PAI  Download

(itmgmpais21)

Senin, 09 Agustus 2021

Makna Peringatan Tahun Baru 1443 Hijriah

Tahun Baru Hijriah memiliki makna tersendiri bagi setiap Muslim. Oleh karena itu, momen ini sangat dimuliakan. Umat Islam memperingati datangnya tahun baru hijriah berbeda dengan tahun baru masehi. Tahun baru masehi biasanya dirayakan dengan hura-hura dan berpesta. Sedangkan tahun baru hijriah diperingati dengan memanjatkan doa.

Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Maka hijrah yang akan kita jalani dalam arti kiasan disini, adalah hijrah nafsiah dan hijratul amaliyah, yaitu perpindahan dari kufur menuju iman, peningkatan mutu diri dari segi spiritual dan intelektual, serta meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Bebarap makna yang dapat kita ambil dalam peringatan tahun baru Hijriah 1443 H diantaranya:

1. Hijrahnya Nabi Muhammad

Tanggal 1 Muharram juga diperingati sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hijrah dari Kota Makkah ke Madinah yang kemudian melahirkan agama Islam.
Setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hijrah, Islam mengalami perkembangan pesat dan makin menyebar hingga ke Makkah serta wilayah sekitarnya.

2. Anjuran puasa Muharam

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mendorong umatnya melakukan puasa pada bulan Muharam. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim Nomor 1163, dari Abu Hurairah)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, "Hadis ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharam." (Syarh Shahih Muslim, 8: 55)

Setidaknya, ada lima keutamaan puasa Muharram. Pertama, menjadi puasa yang paling utama, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim. Kedua, termasuk dalam keutamaan berpuasa dalam bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum. Ketiga, puasa sehari dalam bulan Muharrram pahalanya sama dengan puasa 30 hari. Selain itu, Keempat, khusus puasa hari Asyura, yakni pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Kelima, Sementara puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram yang dijadikan pelengkap puasa Asyura pada 10 Muharram, menjadi pembeda umat Islam dengan umat Yahudi yang sama-sama berpuasa di hari Asyura.

Adapun niat puasa Muharram adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.

Khusus hari kesembilan (tasu’a) dan kesepuluh (‘asyura), ada niatnya tersendiri sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.

Niat puasa Asyura secara lengkap:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.”

Wallohua'lam

Minggu, 08 Agustus 2021

KEMENAG UMUMKAN PERGESARAN HARI LIBUR TAHUN BARU ISLAM

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin memastikan bahwa tahun baru Islam tidak berubah, tetap 1 Muharram 1443 H. Hanya, hari libur tahun baru hijriyahnya yang digeser, awalnya 10 Agustus menjadi 11 Agustus 2021 M.

"Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021 M. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 M," tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Selain hari libur dalam rangka peringatan 1 Muharram 1443 H, ada juga perubahan hari libur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, 12 Rabiul Awwal 1443 H. "Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021 M," jelasnya.

"Sedangkan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 M, ditiadakan," sambungnya.

Kamaruddin menjelaskan, kebijakan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. "Ini ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, maka dipandang perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2021 M," sebutnya.

"Jadi hari liburnya saja yang berubah, bukan hari besar keagamaannya," tandasnya.

Selamat atas pelantikan dan penugasan Kepala Sekolah



Segenap Pengurus & Anggota MGMP PAI SMA dan Pengurus AGPAII Lombok Timur Mengucapkan Selamat atas pelantikan dan penugasan Saudara :

  1. Jumaah, S.Pd.I (Sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Wanasaba)
  2. Johri, S.Ag (Sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun
Beliau berdua merupakan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) pada jenjang SMA
Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah barunya, Aamiin.

Pengurus MGMP PAI Harus Berani

Organisasi profesi seperti halnya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus mampu melakukan terobosan-terobosan dalam rangka menguatkan eksistensinya di tengah dinamika dunia pendidikan yang bergerak cepat. Tak terkecuali, kemampuan MGMP PAI untuk melakukan pendekatan kepada segenap pemegang kebijakan di setiap instansi yang memiliki irisan atau kepentingan yang sama dengan MGMP PAI.

Pengurus MGMP PAI punya rasa percaya diri dalam mempromosikan program kerjanya, yang tentu harus diimbangi oleh profesionalisme dari MGMP PAI itu sendiri sehingga pihak luar pun akan mengakui kiprah MGMP PAI.

Kita juga harus profesional, tanggung jawab dalam pelaksanaan maupun pelaporan, tidak hanya sukses pada perencanaan. Saya yakin jika budaya ini terbangun, MGMP PAI bisa memainkan perannya secara utuh sebagai wadah profesi yang memiliki misi untuk meningkatkan mutu pendidik yakni para Guru PAI.