assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh
bersama ini kami share perencanaan pembelajaran pendekatan deep learning kelas XII
Saluran Informasi Komunikasi Berbagi
PPKB adalah salah satu bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru PAI yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa..
pada hari Senin, 02 Agustus 2021 bertempat di SMAN 1 Aikmel, telah berlangsung kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Negeri/Swasta Lombok Timur.
MGMP PAI SMA bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar melaksanakan pelatihan MPBM bagi GPAI SMA untuk meningkatkan kreativitas dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan.
Pengurus MGMP PAI punya rasa percaya diri dalam mempromosikan program kerjanya, yang tentu harus diimbangi oleh profesionalisme dari MGMP PAI itu sendiri sehingga pihak luar pun akan mengakui kiprah MGMP PAI..
Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik.
assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh
bersama ini kami share perencanaan pembelajaran pendekatan deep learning kelas XII
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan penuh rasa syukur dan semangat kolaborasi, kami sampaikan bahwa perangkat administrasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kelas X dan XI telah berhasil disusun oleh tim guru PAI Lombok Timur.
Penyusunan perangkat ini dilakukan secara gotong royong dengan harapan dapat memudahkan dan menyeragamkan proses pembelajaran PAI di seluruh SMA se-Lombok Timur, sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik kita.
Kami mengajak seluruh guru PAI SMA untuk memanfaatkan, menyesuaikan, dan mengembangkan perangkat ini sesuai karakteristik sekolah masing-masing, agar menjadi alat bantu yang efektif dalam menjalankan tugas mulia kita.
Mari terus bergerak bersama, saling menguatkan demi kemajuan pendidikan Islam di Bumi Patuh Karya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Materi PAI Kelas X (Fase E) download DI SINI
Materi PAI Kelas XI (Fase F) download DI SINI
Materi Ajar Kelas XII (Fase F) download Di SINI
Senin 13 Mei 2024, MGMP PAI SMA lotim melaksanakan Kegiatan pengimbasan wawasan kebinekaan global bagi anggotanya. Pemateri pada Kegiatan ini adalah ketua MGMP PAI Bapak Asmuni, M.Pd.I dimana beliau menjelaskan pengenalan dan pemahaman terhadap berbagai aspek kehidupan dan budaya yang berbeda di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk mengem- bangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan yang ada dan meningkatkan toleransi serta kerjasama di antara masyarakat yang beragam.
Kegiatan pengimbasan ini dihadiri oleh ketua Pokjawas PAIS Kemenag Lotim Bapak H. Muhammad Syakirin, S.Ag., M.MPd. beliau menyampaikan apresiasi dan antusiasme terhadap pengalaman yang dibagikan atau praktik baik oleh guru guru penggerak PAI.
Dan pada kegiatan MGMP pengimbasan tersebut juga berharap dapat belajar lebih banyak dan menerapkan kurikulum merdeka di sekolah
Ketua Komunitas Belajar MGMP PAI SMA Lombok Timur , Bapak Asmuni, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi antara teman teman guru penggerak dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan bagi peserta didik.
Ia juga berharap bahwa kurikulum merdeka dapat memberikan manfaat positif bagi perkembangan peserta didik secara akademik, sosial, emosional, dan spiritual.
Untuk download sertifikat bisa klik disini
mgmpaismalotim – 40 guru pendidikan agama Islam SMA Kabupaten Lombok Timur mengikuti Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang di Aula Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dilakukan selama enam hari terhitung (21-26 November 2022).
Para peserta terdiri dari guru guru pendidikan agama Islam, baik PNS dan Non PNS. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Kankemenag Lombok Timur Bapak H. Sirojuddin. Dalam sambutannya Beliau mengatakan pelatihan seperti ini sangatlah penting, karena sesuai dengan kebutuhan zaman.
“Diharapkan semua dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan serius, karena ini adalah ilmu yang sangat bermanfaat baik untuk pekerjaan kita, maupun untuk meningkatkan kinerja pelayanan pada anak didik dan perkembangan sekolah,” ungkapnya.
Lebih lanjut H. Sirojuddin mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak BDK Denpasar karena dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru PAI.
itmgmpaismalotim – Menjadi seorang guru saat sekarang ini dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, dengan meningkatkan kompetensi pembelajaran berbais IT. Demikian harapan yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur yang diwakili bapak Kepala Seksi PAI Drs. H. Abdul Hanan Senin (27/06) sesaat setelah melantik pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kabupaten Lombok Timur, berlangsung di Lesehen Begibung Kelayu.
Drs. Abdul Hanan berharap, “Sebisa mungkin pengurus dapat merumuskan substansi materi pembelajaran yang akan disampaikan, dengan waktu terbatas. Bisa membuat media pembelajaran dengan konten video dan media lainnya yang menarik. Pengurus yang baru saja dilantik agar siap mengabdikan pribadi secara fisik, dan meluangkan waktunya untuk pengembangan kualitas pendidikan niscaya akan menjadi amal jariyah. Ilmu yang dimiliki harus disampaikan pada anak didik mengingat guru sebagai warisatul ambiya. Mempelajari ilmu semakin tinggi semakin baik hal ini menjadi tantangan. Pengurus juga bisa membuat modul pembelajaran. Kami ucapkan selamat pada pengurus baru, menjadi pengurus merupakan sebuah amanah yang harus ditunaikan. Laksanakan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggungjawab dan penuh keikhlasan, niscaya akan menjadi amal shalih, dan selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT,” ujarnya.
Ketua MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur terlantik Asmuni, M.Pd.I menyatakan siap bersama-sama pengurus, akan segera melakukan raker menyusun program kerja kepengurusan periode ini. “Semoga pengurus dapat mewujudkan harapan kepala kantor, kasi PAIS, juga pengawas, dapat meningkatkan kompetensi guru, juga meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya. (itmgmpaisma)
MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur Senin, 7 Februari 2022 bertempat di SMAN 1 Suralaga Kegiatan MGMP ini membahas terkait tehnik penyusunan soal yang baik benar persiapan dalam penyusunan naskah soal Ujian Sekolah (US). Kegiatan tersebut menghadirkan bapak pengawas PAI Muhammad Syakirin, S.Ag.,M.MPd. sebagai pemateri, dan dihadiri pengurus dan Anggota MGMP PAI SMA se Kabupaten Lombok Timur.
Salah satu titik fokus dari pendidikan saat ini adalah penilaian berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Keterampilan tersebut mendorong peserta didik mampu berpikir kritis, analitis, sistematis, terutama dalam konteks pemecahan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman sebaya. Namun demikian, belum semua pendidik mampu menyusun soal yang berorientasi pada keterampilan yang dimaksud. Tujuan dari kegiatan MGMP ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait penyusunan soal yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi kepada para guru PAI SMA yang berjumlah 45 orang. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan presentasi.
Pengawas PAI Kemenag Lotim Bapak Muhammad Syakirin menjelaskan bahwa Pada dasarnya kita semua menghendaki lulusan yang berkualitas agar peserta didik mampu berpikir kritis, literal, dan sistemis, terutama dalam pemecahan masalah sehingga mereka bisabersaing dan menjadi pemenang dalam persaingan yang ada.
Aktivitas pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu dari peningkatan kualitas lulusan kita. Sesungguhnya, soal-soal yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) memampukan peserta didik berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif. Pemerintah melalui Kemendikbud kementerian agama mewajibkan semua guru pada setiap satuan pendidikan formal untuk mendesain pembelajaran dan standar penilaian berorientasi pada HOTS demi peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia.
Bapak/ibu guru yang terbiasa dengan penyusunan soal-soal berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Rendah atau Lower Order Thinking Skill (LOTS) dan Keterampilan Berpikir Tingkat Sedang atau Medium Order Thinking Skill (MOTS) untuk segera beradaptasi dengan tuntutan HOTS demi kualitas peserta didik kita.
Selanjutnya teknik penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS dalam pembelajaran PAI terdiri dari (1) menganalisa KD; (2) mengembangkan kisi-kisi; (3) memilih stimulus yang menarik dan konstektual; (4) menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal; (5) menentukan kunci jawaban/pedoman penskoran; (6) melakukan analisis kualitatif; dan (7) melakukan analisis kuantitatif.
langkah-langkah penyusunan soal HOTS dalam pembelajaran PAI, adalah sebagai berikut :
langkah pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa KD, guru terlebih dahulu memilih KD mata pelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013. Setelah itu, analisis mana saja KD yang berada pada level kognitif berdasarkan taksonomi bloom dan sesuai dengan level HOTS. Adapun level kognitif yang dimaksud adalah menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengkreasikan (C6). Langkah kedua adalah mengembangkan kisi-kisi, pada langkah ini soal harus berisi keterkaitan antara KD, indikator soal, materi, level kognitif dan bentuk soalnya.
Langkah ketiga, memilih stimulus yang menarik dan konstektual. Dalam konteks ujian sekolah, guru dapat memilih stimulus dari lingkungan sekolah atau daerah setempat.
Langkah keempat menulis butir pertanyaan, pada bagian ini pertanyaan yang ditulis harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam materi dan menampilkan masalah aktual.
Langkah kelima menentukan kunci jawaban/pedoman penskoran, pada bagian ini pedoman penskoran dibuat untuk bentuk soal uraian. Sementara kunci jawaban dibuat untuk bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks. Pungkas Syakirin mengakhiri penjelasannya.
Selanjutnya ketua MGMP PAI Asmuni menjelaskan, bahwa kegiatan MGMP hari ini mendorong para guru memahami konstruksi soal-soal berorientasi pada HOTS. Di samping itu, para peserta MGMP merasa senang dan puas dengan materi yang disajikan oleh bapak Pengawas PAI.
Hubbus Salim menjelaskan bahwa sebelum ada penjelasan terkait materi ini GPAI hanya mengkonstruksi soal-soal yang merujuk pada buku-buku wajib mata pelajaran. Penjelasan materi penyusunan soal LOTS HOTS MOTS dari bapak pengawas PAI membuka wawasan kita terkait proporsional penyusunan soal sesuai dengan taksonomi Bloom, yaitu soal-soal yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat rendah (C1 dan C2), berpikir tingkat sedang (C3), dan berpikir tingkat tinggi (C4-C6).
A. Latar Belakang
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada Satuan Pendidikan Formal, PPK ditujukan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter yang meliputi banyak nilai. Dalam implementasinya, penguatan pendidikan karakter bisa dilakukan dengan berbasis budaya sekolah. Maksud budaya sekolah di sini adalah keseluruhan corak relasional antarindividu di lingkungan pendidikan yang membentuk tradisi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan spirit dan nilainilai karakter yang dikembangkan di sekolah. Penerapan PPK yang berbasiskan budaya sekolah dengan budaya postif, salah satunya dengan pembiasaan nilainilai utama pancasila. Kontek sekarang untuk tatanan pelajar Indonesia, nilai-nilai tersebut tertuang dalam profil pelajar pancasila. Salah satu nilai karakter dalam profil pelajar pancasila adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia. Bentuk penerapan nilai ini antara lain dengan menciptakan budaya postif dengan menerapkan perilaku 5S (salam, senyum, sapa, sopan dan santun) di lingkungan kelas/sekolah.
Sepanjang pengamatan dan temuan kami di sekolah, tidak sedikit siswa belum menerapkan budaya salam, sopan dan santun. Sementara budaya sapa dan senyum sudah banyak siswa menunjukkannya. Di saat bertemu dengan guru, siswa tidak mengucapkan salam (tentu salam sesuai syariat Islam karena hampir semua siswa di sekolah ini beragama Islam). Maka dengan gurunya saja tidak, maka diasumsikan mereka tidak mengucapkan salam saat bertemu muka dengan siswa lain di sekolah. Maka guru akhirnya yang terlebih dahulu mengucapkan salam sebagai pembelajaran dan teladan bagi siswa. Tetapi meskipun tidak mengucapkan salam, siswa masih bisa menunjukkan wajah senyum dan kelihatan bahagia. Misalnya, tersenyum kepada guru, menyapa apabila bertemu dengan guru, bersalaman dengan guru, bersikap sopan, dan bertutur kata dengan bahasa yang santun. Hal lain yang patut dipotret di sekolah ini adalah siswa belum banyak menunjukkan perilaku sopan dan santun. Baik sopan dan santun saat berbicara, bersikap maupun dalam bertindak kepada sesama warga sekolah yang lain.
Terwujudnya budaya 5S di sekolah sebagai bagian dari budaya postif dalam pelaksanaannya memerlukan kerjasama semua pihak terutama rekan guru (penggerak) yang memiliki peran strategis dengan menerapkan konsep-konsep inti budaya positif seperti disiplin positif, motivasi perilaku manusia, posisi kontrol, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Penerapan konsep-konsep inti tersebut secara sistematis dan menyeluruh, tentu akan berdampak pada tumbuh kembangnya karakter siswa dan juga tumbuh kembangnya nilai-nilai yang tertuang dalam profil pelajar pancasila. Guru dalam mewujudkan maksud tersebut memerlukan kolaborasi dengan semua pihak, seperti kepala sekolah, seluruh siswa, teman sejawat, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua/wali siswa dan dinas pendidikan dan kebudayaan selaku pembina dan pemangku kebijakan pendidikan.B. Tujuan
Tujuan kegiatan aksi nyata ini sebagai berikut:
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan salah satu administrasi Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran pada waktu tatap muka.
Dibawah ini kami hadirkan contoh RPP yang nantinya bisa sebagai pedoman (acuan) kita dalam membuat RPP yang sesuai dengan kondisi tempat tugas kita masing masing.
RPP kelas XII Saling Menasehati dan Ihsan download
RPP kelas XII Iman Kepada Qada' dan Qadar Download
mgmpaismalotim, Sahabat GPAI semua kali ini admin akan membagikan soal pas ganjil mata pelajaran PAI & BP SMA tahun pelajaran 2021/2022, Soal PAS ini merupakan Soal Uji Kemampuan Peserta didik atau siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan dikelas selama kegiatan belajar mengajar pada semester Ganjil. Hasil pada kegiatan ini yaitu Ulangan Harian (UAS) atau Penilaian Akhir Semester (PAS) yang nantinya akan dimasukkan ke dalam Raport Untuk dibagikan ke siswa tersebut, dalam soal pas PAI ini terdapat juga Kisi-kisi yang sudah admin sediakan untuk didownload,
Yuk Unduh soal pas PAI SMA yang sudah kami sediakan, anda cukup klik link download soal pas , maka secara otomatis soal pas yang anda klik tadi akan secara otomatis terunduh sendiri.
Soal Assesment Formatif Fase E Kelas X (sekolah Penggerak) Download
Soal PAS Ganjil Kelas X Download
Soal PAS Ganjil Kelas XI Download
Soal Pas ganjil Kelas XII Download
itulah beberapa soal PAS PAI & BP yang bisa admin bagikan, semoga bermanfaat.
mgmpaismalotim, Pertemuan MGMP PAI SMA Lombok Timur pada bulan November 2021 bertempat di SMAN 1 Selong, pertemuan tersebut dihadiri oleh Operator Kabupaten yang memegang akun pada SIMPKB, selain itu turut hadir Kepala SMAN 1 Selong serta pengurus dan anggota MGMP SMA Lombok Timur.
pada pertemuan tersebut diagendakan membahas terkait beberapa permasalahan GPAI pada akun SIMPKB baik itu masalah lupa password, tidak bisa login, dan bahkan meminta reset akun.
oleh operator dijelaskan beberapa hal terkait SIMPKB, menurutnya SIM PKB merupakan aplikasi online bagi guru untuk mengetahui berbagai macam informasi keguruan. Jika dulu untuk mengecek berbagai macam data dan informasi terpisah-pisah di alamat tertentu, maka lewat SIM PKB semua dijadikan satu agar guru lebih mudah mengakses secara mandiri.
itmgmpaisma_Syekh Abdul Qadir adalah seorang ulama yang terkenal pada zamannya. Murid-muridnya berasal dari berbagai kalangan. Ada anak orang kaya, ada anak penguasa, ada juga anak pedagang dan anak-anak orang miskin. Di madrasah Syekh Abdul Qadir tidak ada dikriminasi, semua murid diperlakukan sama.
Di madrasah Syekh Abdul Qadir diperkenalkan ilmu dan lebih diutamakan adab, termasuk adab kepada guru yang dijunjung tinggi. Termasuk adab yang diajarkan adalah bagaimana murid berhikmat dan meraih keberkahan dari gurunya.
Sebuah kebiasaan bahwa ketika sang guru sedang menyantap makanan, maka murid-murid tidak ada yang ikut makan sebelum gurunya selesai, ternyata ada tradisi meraih berkah ilmu dengan memakan sisa makanan gurunya.
Syekh Abdul Qadir paham hal tersebut sehingga ia selalu menyisahkan makanannya untuk di ambil oleh murid-muridnya. Seorang tamu yang datang menjenguk anaknya melihat hal itu dan berfikir bahwa anak-anak mereka yang belajar pada Syekh Abdul Qadir diperlakukan seperti babu atau kucing. Masa mereka diberikan sisa makanan dari gurunya. Pikiran kotor inilah yang menyebabkan orang tua murid tadi memprofokasi orang tua lainnya.
Salah satu orang tua yang merupakan orang terpandang, kaya dan penguasa termakan propokasi dan datang menghadap Syekh Abdul Qadir dan mengungkapkan keberatannya atas perlakuan sang guru kepada anaknya yang dianggap melecehkan kehormatannya dan kehormatan anaknya.
Maka terjadilah dialog sebagai berikut :
“Wahai tuan syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing. Saya hantar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama’.”
Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja. “ Kalau begitu ambillah anakmu.”
Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk pulang. Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan pulang. Orang tua murid tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat, ternyata kesemua soalannya dijawab dengan tepat dan rinci. Maka bapak tadi berubah fikiran dan mengembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir.
“Wahai tuan syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali. Tuan didiklah anak saya. Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga diperlakukan seperti kucing. Saya melihat ilmu anak saya sangat luar biasa bila bersamamu.”
Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir. “Bukan aku tidak mau menerimanya kembali, tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU dariku, ALLAH sudah menutup futuhnya (Mata Hati) untuk mendapat ilmu disebabkan orang tua yang tidak beradab kepada GURU.”
Ternyata orang tua yang tidak beradab pada guru bisa menyebabkan anak-anaknya menjadi korban kehilangan keberkahan ilmu dari guru-gurunya.
Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu. Anak, Ibu, Ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru. Kata ulama: Satu perasangka buruk saja kepada gurumu maka Allah haramkan seluruh keberkatan yang ada pada gurumu kepadamu.
Kisah ini adalah refleksi untuk para orang tua siswa, sia-sialah kita menyekolahkan anak kita kalau pada akhirnya ilmu yang diperolehnya tidak berberkah. Karena kita sebagai orang tua yang tidak beradab kepada guru sehingga anak-anak kitapun menjadi kehilangan adab kepada gurunya. (hbs)
itmgmpais., Selaku tenaga pendidik yang profesional, seorang Guru harus memiliki kompetensi, sehingga dapat mencetak generasi yang memiliki pengetahuan dibidang IPTEK dan IMTAQ. Selain itu, guru harus kreatif, berkepribadian, dan berjiwa sosial.
Demikian disampaikan Kepala Seksi Pais Kemenag Lombok Timur, Drs. H. Abdul Hanan dalam kegiatan MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur, Senin (06/09) di SMAN 1 Wanasaba, hadir dalam Kegiatan tersebut Koordinator Pengawas PAI, sekretaris Pengawas, Pengurus MGMP PAI SMA serta anggota MGMP PAI SMA se Kabupaten Lombok Timur.
Drs. H. Abdul Hanan menjelaskan, Seorang pendidik harus disiplin mengajar dan kehadirannya menjadi sangat ditunggu baik kalangan guru maupun siswa, serta mampu meningkatkan profesionalismenya. Guru yang bersertifikasi wajib mengajar seminggu 24 jam. Guru harus terus merespon perkembangan Iptek guna meningkatkan pengetahuannya.
“Guru harus disiplin, tertib, memberikan teladan serta menguasai IT, jangan sampai gaptek. Guru harus pula memiliki kompetensi pedagogik, berkepribadian, berjiwa sosial dan profesional,” sambungnya.
Mengingat tujuan kegiatan ini adalah tercapainya peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam sehingga memenuhi Standar minimal Pendidikan Nasional. Selain itu juga dapat meningkatkan motivasi, semangat, transparasi dan akuntabilitas serta memicu peningkatan kualitas personil.
Menurutnya, guru memegang peranan penting dalam membentuk watak dan sikap serta bisa mengembangkan potensi para anak didik. Oleh karena itu, beliau berharap guru PAI dapat meningkatkan nilai-nilai agama, khususnya akhlaqul Karimah kepada anak didiknya.
Pada kesempatan itu, beliau juga menyampaikan harapan kepada guru PAI untuk semakin meningkatkan kualitasnya dalam mengajar.
Lebih lanjut, Kasi PAIS menambahkan ‘Kadar kualitas guru ternyata dipandang sebagai penyebab kadar kualitas output sekolah. Rendah dan merosotnya mutu pendidikan sebagaimana yang sering disinyalir berkaitan erat dengan kualitas guru, untuk itu guru terutama penerima sertifikasi diharapkan untuk dapat terus kreatif dalam meningkatkan kemampuan mengajarnya demi tercapainya misi mencerdaskan kehidupan bangsa, tutup Drs. H. Abdul Hanan mengakhiri pengarahannya.
Dalam kegiatan MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur Bapak Pokjawas menjelaskan tentang beberapa hal yaitu :
1. Persiapan persyaratan pencairan TPG Guru Semester Ganjil Tahun 2021
2. Sosialisasi PP No. 19 tahun 2017 tentang kepala sekolah sebagai managerial dan sekaligus equivalen 24 jam
3. Pemenuhan Jam wajib guru PAI sebanyak 24 Jam paling sedikit dan 40 Jam sebanyak-banyaknya.
lebih lanjut bapak Muhammad Syakirin menjelaskan Pencairan tunjangan profesi guru biasanya menunggu terbitnya petunjuk teknis (juknis) yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI yang biasanya ada perubahan-perubahan jika dibandingkan dengan juknis pencairan tahun sebelumnya. Begitu juga dengan pencairan tujangan profesi guru untuk guru. (hbs)
Assesmen Nasional merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh dari
Assesmen nasional diharapkan digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar murid.
Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca serta literasi matematika (numerasi). Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Berbeda dengan asesmen berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.
Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM,
yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca maupun numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.
Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia serta untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia.
Tujuan AKM
Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen penting, yaitu kurikulum (apa yang diharapkan akan dicapai), pembelajaran (bagaimana mencapai) dan asesmen (apa yang sudah dicapai). Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan. Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid.
Pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi murid. Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian murid. Dengan demikian “Teaching at the right level” dapat diterapkan. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran.
untuk memahami lebih lanjut dapat mendownload file disini
Bagi GPAI yang sudah mengisi jadwal di siaga dan mau mengaktifkan jadwal di siaga silahkan membawa sk pembagian tugas dan lapor bulan jumlah siswa dari dapodik ke bagian seksi PAIS supaya bisa di setujui..
Adapun berkas yang perlu dipersiapkan sebagaimana isi surat pemberitahuan pengisian data dari Kasi Pais Kemenag Lombok Timur dianataranya adalah sebagai berikut :
Surat Pemberitahuan dan pengisian data SIAGA-EMIS PAI Download
(itmgmpais21)
Segenap Pengurus & Anggota MGMP PAI SMA dan Pengurus AGPAII Lombok Timur Mengucapkan Selamat atas pelantikan dan penugasan Saudara :