PPKB...GPAI HARUS MILIKI "LEARNING To KNOW dan LEARNING To BE"

PPKB adalah salah satu bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru PAI yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa..

REVITALISASI SEMANGAT GPAI SMA DI MASA PANDEMI

pada hari Senin, 02 Agustus 2021 bertempat di SMAN 1 Aikmel, telah berlangsung kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Negeri/Swasta Lombok Timur.

PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

MGMP PAI SMA bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar melaksanakan pelatihan MPBM bagi GPAI SMA untuk meningkatkan kreativitas dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan.

MGMP PAI HARUS BERANI BERSAING

Pengurus MGMP PAI punya rasa percaya diri dalam mempromosikan program kerjanya, yang tentu harus diimbangi oleh profesionalisme dari MGMP PAI itu sendiri sehingga pihak luar pun akan mengakui kiprah MGMP PAI..

SELAMAT TAHUN BARU 1443 HIJRIAH

Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik.

MGMP PAI SMA LOMBOK TIMUR

Saluran Informasi Komunikasi Berbagi

Sabtu, 13 November 2021

Naskah soal PAS Ganjil PAI & BP SMA Tahun Pelajaran 2021/2022

mgmpaismalotim, Sahabat GPAI semua kali ini admin akan membagikan soal pas ganjil mata pelajaran PAI & BP SMA tahun pelajaran 2021/2022, Soal PAS ini merupakan Soal Uji Kemampuan Peserta didik atau siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan dikelas selama kegiatan belajar mengajar pada semester Ganjil. Hasil pada kegiatan ini yaitu Ulangan Harian (UAS) atau Penilaian Akhir Semester (PAS) yang nantinya akan dimasukkan ke dalam Raport Untuk dibagikan ke siswa tersebut, dalam soal pas  PAI ini terdapat juga Kisi-kisi yang sudah admin sediakan untuk didownload,

Yuk Unduh soal pas PAI SMA yang sudah kami sediakan, anda cukup klik link download soal pas , maka secara otomatis soal pas yang anda klik tadi akan secara otomatis terunduh sendiri.

Soal Assesment Formatif Fase E Kelas X (sekolah Penggerak)  Download

Soal PAS Ganjil Kelas X Download

Soal PAS Ganjil Kelas XI Download

Soal Pas ganjil Kelas XII Download

itulah beberapa soal PAS PAI & BP yang bisa admin bagikan, semoga bermanfaat.


MGMP PAI LOTIM MENGGELAR SOSIALISASI SIMPKB BAGI ANGGOTANYA

mgmpaismalotim, Pertemuan MGMP PAI SMA Lombok Timur pada bulan November 2021 bertempat di SMAN 1 Selong, pertemuan tersebut dihadiri oleh Operator Kabupaten yang memegang akun pada SIMPKB, selain itu turut hadir Kepala SMAN 1 Selong serta pengurus dan anggota MGMP SMA Lombok Timur.

pada pertemuan tersebut diagendakan membahas terkait beberapa permasalahan GPAI pada akun SIMPKB baik itu masalah lupa password, tidak bisa login, dan bahkan meminta reset akun.

oleh operator dijelaskan beberapa hal terkait SIMPKB, menurutnya SIM PKB merupakan aplikasi online bagi guru untuk mengetahui berbagai macam informasi keguruan. Jika dulu untuk mengecek berbagai macam data dan informasi terpisah-pisah di alamat tertentu, maka lewat SIM PKB semua dijadikan satu agar guru lebih mudah mengakses secara mandiri.

sebelumnya di tahun 2015, SIM PKB disebut Guru Pembelajar Online (GPO) , dimana data yang ditampilkan adalah data Hasil UKG tahun 2015 yang dibutuhkan untuk keperluan pelatihan Guru Pembelajar.   Diklat GPO tersebut menggunakan 3 mode yakni, tatap muka, kombinasi, dan mode daring atau online. Nah bagi guru yang mengikuti diklat guru pembelajar dengan mode kombinasi (tatap muka + online) dan moda daring full online wajib memiliki akun dan login di web guru pembelajar. Guru Pembelajar sendiri diubah menjadi PKB atau kepanjangan dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Untuk aplikasi onlinenya disebut SIM PKB atau Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Fungsi Utama SIM PKB antara lain untuk mengecek Info GTK, mendaftar dan mengetahui jadwal sertifikasi guru (PPGJ) dan program PKB/Guru Pembelajar itu sendiri serta informasi pelatihan yang bisa diikuti oleh guru.

Adapun alamat yang bisa diakses untuk login SIM PKB tersebut adalah  di   https://app.simpkb.id/ atau di http://gtk.belajar.kemdikbud.go.id

Guru pemiliki akun SIM PKB akan diberikan surat pemberitahuan akun yang berisi user ID dan password akun login guru pembelajar. Jadi peserta GP masuk ke web SIM PKB/ guru pembelajar dan mencari tombol merah login, lalu memasukkan email dan password yang telah dimiliki.

Rabu, 08 September 2021

HILANGNYA KEBERKAHAN ILMU ANAK, KARENA PRILAKU BURUK ORANG TUA TERHADAP GURUNYA

itmgmpaisma_Syekh Abdul Qadir adalah seorang ulama yang terkenal pada zamannya. Murid-muridnya berasal dari berbagai kalangan. Ada anak orang kaya, ada anak penguasa, ada juga anak pedagang dan anak-anak orang miskin. Di madrasah Syekh Abdul Qadir tidak ada dikriminasi, semua murid diperlakukan sama.

Di madrasah Syekh Abdul Qadir diperkenalkan ilmu dan lebih diutamakan adab, termasuk adab kepada guru yang dijunjung tinggi. Termasuk adab yang diajarkan adalah bagaimana murid berhikmat dan meraih keberkahan dari gurunya.

Sebuah kebiasaan bahwa ketika sang guru sedang menyantap makanan, maka murid-murid tidak ada yang ikut makan sebelum gurunya selesai, ternyata ada tradisi meraih berkah ilmu dengan memakan sisa makanan gurunya.

Syekh Abdul Qadir paham hal tersebut sehingga ia selalu menyisahkan makanannya untuk di ambil oleh murid-muridnya. Seorang tamu yang datang menjenguk anaknya melihat hal itu dan berfikir bahwa anak-anak mereka yang belajar pada Syekh Abdul Qadir diperlakukan seperti babu atau kucing. Masa mereka diberikan sisa makanan dari gurunya. Pikiran kotor inilah yang menyebabkan orang tua murid tadi memprofokasi orang tua lainnya.

Salah satu orang tua yang merupakan orang terpandang, kaya dan penguasa termakan propokasi dan datang menghadap Syekh Abdul Qadir dan mengungkapkan keberatannya atas perlakuan sang guru kepada anaknya yang dianggap melecehkan kehormatannya dan kehormatan anaknya.

Maka terjadilah dialog sebagai berikut :

“Wahai tuan syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing. Saya hantar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama’.”

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja. “ Kalau begitu ambillah anakmu.”

Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk pulang. Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan pulang. Orang tua murid tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat, ternyata kesemua soalannya dijawab dengan tepat dan rinci. Maka bapak tadi berubah fikiran dan mengembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir.

“Wahai tuan syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali. Tuan didiklah anak saya. Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga diperlakukan seperti kucing. Saya melihat ilmu anak saya sangat luar biasa bila bersamamu.”

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir. “Bukan aku tidak mau menerimanya kembali, tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU dariku, ALLAH sudah menutup futuhnya (Mata Hati) untuk mendapat ilmu disebabkan orang tua yang tidak beradab kepada GURU.”

Ternyata orang tua yang tidak beradab pada guru bisa menyebabkan anak-anaknya menjadi korban kehilangan keberkahan ilmu dari guru-gurunya.

Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu. Anak, Ibu, Ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru. Kata ulama: Satu perasangka buruk saja kepada gurumu maka Allah haramkan seluruh keberkatan yang ada pada gurumu kepadamu.

Kisah ini adalah refleksi untuk para orang tua siswa, sia-sialah kita menyekolahkan anak kita kalau pada akhirnya ilmu yang diperolehnya tidak berberkah. Karena kita sebagai orang tua yang tidak beradab kepada guru sehingga anak-anak kitapun menjadi kehilangan adab kepada gurunya. (hbs)


Senin, 06 September 2021

KASI PAIS Sosialisasikan Juknis Tunjangan Profesi Guru (TPG)

itmgmpais., Selaku tenaga pendidik yang profesional, seorang Guru harus memiliki kompetensi, sehingga dapat mencetak generasi yang memiliki pengetahuan dibidang IPTEK dan IMTAQ. Selain itu, guru harus kreatif, berkepribadian, dan berjiwa sosial.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pais Kemenag Lombok Timur, Drs. H. Abdul Hanan dalam kegiatan MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur,  Senin (06/09) di SMAN 1 Wanasaba, hadir dalam Kegiatan tersebut Koordinator Pengawas PAI, sekretaris Pengawas, Pengurus MGMP PAI SMA serta anggota MGMP PAI SMA  se Kabupaten Lombok Timur.

Drs. H. Abdul Hanan menjelaskan, Seorang pendidik harus disiplin mengajar dan kehadirannya menjadi sangat ditunggu baik kalangan guru maupun siswa, serta mampu meningkatkan profesionalismenya. Guru yang bersertifikasi wajib mengajar seminggu 24 jam. Guru harus terus merespon perkembangan Iptek guna meningkatkan pengetahuannya.

“Guru harus disiplin, tertib, memberikan teladan serta menguasai IT, jangan sampai gaptek. Guru harus pula memiliki kompetensi pedagogik, berkepribadian, berjiwa sosial dan profesional,” sambungnya.

Mengingat tujuan kegiatan ini adalah tercapainya peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam sehingga memenuhi Standar minimal Pendidikan Nasional. Selain itu juga dapat meningkatkan motivasi, semangat, transparasi dan akuntabilitas serta memicu peningkatan kualitas personil.

Menurutnya, guru memegang peranan penting dalam membentuk watak dan sikap serta bisa mengembangkan potensi para anak didik. Oleh karena itu, beliau berharap guru PAI dapat meningkatkan nilai-nilai agama, khususnya akhlaqul Karimah kepada anak didiknya.

Pada kesempatan itu, beliau juga menyampaikan harapan kepada guru PAI untuk semakin meningkatkan kualitasnya dalam mengajar.

Lebih lanjut, Kasi PAIS menambahkan ‘Kadar kualitas guru ternyata dipandang sebagai penyebab kadar kualitas output sekolah. Rendah dan merosotnya mutu pendidikan sebagaimana yang sering disinyalir berkaitan erat dengan kualitas guru, untuk itu guru terutama penerima sertifikasi diharapkan untuk dapat terus kreatif dalam meningkatkan kemampuan mengajarnya demi tercapainya misi mencerdaskan kehidupan bangsa, tutup Drs. H. Abdul Hanan mengakhiri pengarahannya.


Sementara itu Koordinator Pengawas PAI Bapak Muhammad Syakirin, M.MPd, mensosialisasikan terkait pembayaran TPG sekaligus menekankan bahwa sebagai guru agama Islam terutama sebagai penerima sertifikasi, Guru PAI harus selalu menjadi ujung tombak perubahan moral bangsa, sehingga apabila guru itu sendiri tidak berkualitas secara keilmuan maka akan berpengaruh pada nilai moral dan akhlak para murid, untuk itu selain memenuhi jam wajib sebagai guru, diharapkan guru PAI maupun pengawas dapat menjalankan tugasnya sebagai guru yang di gugu dan ditiru dalam keseharian.

Dalam kegiatan MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur Bapak Pokjawas menjelaskan tentang beberapa hal yaitu :

1. Persiapan persyaratan pencairan TPG Guru Semester Ganjil Tahun 2021

2. Sosialisasi PP No. 19 tahun 2017 tentang kepala sekolah sebagai managerial dan sekaligus equivalen 24 jam

3. Pemenuhan Jam wajib guru PAI sebanyak 24 Jam paling sedikit dan 40 Jam sebanyak-banyaknya.

lebih lanjut bapak Muhammad Syakirin menjelaskan Pencairan tunjangan profesi guru biasanya menunggu terbitnya petunjuk teknis (juknis) yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI yang biasanya ada perubahan-perubahan jika dibandingkan dengan juknis pencairan tahun sebelumnya. Begitu juga dengan pencairan tujangan profesi guru untuk guru. (hbs)


Jumat, 03 September 2021

AKM dan Implikasinya terhadap Pembelajaran

Assesmen Nasional merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh dari

Assesmen nasional diharapkan digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar murid.

Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca serta literasi matematika (numerasi). Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Berbeda dengan asesmen berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM,

yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca maupun numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia serta untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia.

Tujuan AKM

Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen penting, yaitu kurikulum (apa yang diharapkan akan dicapai), pembelajaran (bagaimana mencapai) dan asesmen (apa yang sudah dicapai). Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan. Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid.

Pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi murid. Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian murid. Dengan demikian “Teaching at the right level” dapat diterapkan. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran.

untuk memahami lebih lanjut dapat mendownload file disini

Kamis, 26 Agustus 2021

Gelar PPKB, Kakanwil Kemenag NTB : GPAI Harus Miliki ‘’Learning To Know dan Learning To Be’’

itmgmpaisma --- Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB Dr. H.M.Zaidi Abdad ., M.Ag membuka secara resmi kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB), bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SMP, SMA dan SMK. Kegiatan digelar di Jayakarta Hotel, Senggigi Batu Layar Kabupaten Lombok Barat. Senin, (23/8).

Dalam kesempatan itu, Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag menyebut guru merupakan unsur utama pada keseluruhan proses pendidikan, terutama di tingkat institusional dan instruksional. Posisi guru dalam pelaksanaannya berada pada garis terdepan.

Disampaikan juga bahwa PPKB merupakan program Direktorat PAI sejak tahun 2017, sekaligus juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Menpan RB Nomor 16 Tahun 2009. Berdasarkan Peraturan Menpan RB Nomor 16 Tahun 2009, tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap profesional guru dan tenaga kependidikan yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kinerja guru PAI.

Terkait dengan itu Kakanwil berharap agar guru bisa melakukan pengembangan diri melalui kemampuan literasi, dan aktif terlibat dalam kegiatan pengembangan diri, inovatif dan kreatif dalam menyampaikan materi terlebih diera pandemi covid 19, dan membuat karya tulis ilmiah, tegasnya.

‘’Kemampuan lain ini tentu, adalah GPAI yang dalam hal ini menjadi garda terdepan, harus memiliki keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know), keterampilan dalam mengembangkan jati diri (Learning to be), dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do, serta yang terpenting adalah keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together),’’ sambungnya.

Sementara itu Bapak Muhammad Azuddin, S.Ag, M.Pd.I selaku Ketua Panitia sekaligus Kasi PAIS Tingkat Menengah mengatakan, bahwa guru sebagai pilar utama dalam proses pendidikan memiliki pengaruh paling besar terhadap hasil belajar siswa. Pendidikan bermutu dipengaruhi guru bermutu juga, dan salah satu faktor menjadikan guru itu bermutu adalah, kemampuan literasi seorang guru.

Berdasarkan penting dan strategisnya kemampuan literasi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka pembinaan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Pendidikan Agama Islam menitikberatkan pada kompetensi GPAI dalam bidang literasi khususnya Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

‘’Seorang guru harus terus meningkatkan keprofesionalismenya, melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan. Sehingga anak didik tersebut memilki kualitas yang baik,’’

PPKB ini menurut Bapak Azuddin, adalah salah satu bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru PAI yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa.

Kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) berlangsung dua hari 23 -24 Agustus 2021 yang diikuti 50 Guru PAI jenjang SMP, SMA/SMK dan nara sumber dari Kanwil Kemenag NTB, WI dari LPMP NTB, dan Praktisi Pendidikan.

(ayah aby)

Selasa, 17 Agustus 2021

Update Data GPAI pada Aplikasi SIAGA - EMIS Pendis Tapel 2021/2022


Sehubungan dengan telah dibukanya update data GPAI pada aplikasi SIAGA dan Emis PAI tahun Pelajaran 2021/2022, oleh karenanya di infokan untuk semua GPAI se-kabupaten lombok timur untuk membuka aplikasi SIAGA nya,.untuk mengisi dan melengkapi jadwal pelajaran dan data data yang lain agar teman GPAI aktif di siaga sesuai dengan petunjuk dari aperator PAIS, apabila terdapat kendala, silahkan bisa datang ke kantor atau menghubungi operator PAIS.

Bagi GPAI yang sudah mengisi jadwal di siaga dan mau mengaktifkan jadwal di siaga silahkan membawa sk pembagian tugas dan lapor bulan jumlah siswa dari dapodik ke bagian seksi PAIS supaya bisa di setujui..

Adapun berkas yang perlu dipersiapkan sebagaimana isi surat pemberitahuan pengisian data dari Kasi Pais Kemenag Lombok Timur dianataranya adalah sebagai berikut :

  1. SK Pengangkatan menjadi guru tahun pelajaran 2021/2022 (Non PNS) di Upload pada "Status Pegawai"
  2. SK Kenaikan Pangkat/SK Berkala (PNS) Upload pada "Status Pegawai" 
  3. SK pembagian Tugas dan lapor Bulan Jumlah Siswa dari Dapodik sebagai Syarat mengaktifkan Jadwal Mengajar
  4. Jurnal Pengembangan PAI yang sudah ditanda tangani oleh Pengawas bagi GPAI yang menjabat Kepala Sekolah
  5. SKMT dan SKBK menunggu Jadwal pemberkasan

Surat Pemberitahuan dan pengisian data SIAGA-EMIS PAI  Download

(itmgmpais21)

Senin, 09 Agustus 2021

Makna Peringatan Tahun Baru 1443 Hijriah

Tahun Baru Hijriah memiliki makna tersendiri bagi setiap Muslim. Oleh karena itu, momen ini sangat dimuliakan. Umat Islam memperingati datangnya tahun baru hijriah berbeda dengan tahun baru masehi. Tahun baru masehi biasanya dirayakan dengan hura-hura dan berpesta. Sedangkan tahun baru hijriah diperingati dengan memanjatkan doa.

Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Maka hijrah yang akan kita jalani dalam arti kiasan disini, adalah hijrah nafsiah dan hijratul amaliyah, yaitu perpindahan dari kufur menuju iman, peningkatan mutu diri dari segi spiritual dan intelektual, serta meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Bebarap makna yang dapat kita ambil dalam peringatan tahun baru Hijriah 1443 H diantaranya:

1. Hijrahnya Nabi Muhammad

Tanggal 1 Muharram juga diperingati sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hijrah dari Kota Makkah ke Madinah yang kemudian melahirkan agama Islam.
Setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hijrah, Islam mengalami perkembangan pesat dan makin menyebar hingga ke Makkah serta wilayah sekitarnya.

2. Anjuran puasa Muharam

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mendorong umatnya melakukan puasa pada bulan Muharam. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim Nomor 1163, dari Abu Hurairah)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, "Hadis ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharam." (Syarh Shahih Muslim, 8: 55)

Setidaknya, ada lima keutamaan puasa Muharram. Pertama, menjadi puasa yang paling utama, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim. Kedua, termasuk dalam keutamaan berpuasa dalam bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum. Ketiga, puasa sehari dalam bulan Muharrram pahalanya sama dengan puasa 30 hari. Selain itu, Keempat, khusus puasa hari Asyura, yakni pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Kelima, Sementara puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram yang dijadikan pelengkap puasa Asyura pada 10 Muharram, menjadi pembeda umat Islam dengan umat Yahudi yang sama-sama berpuasa di hari Asyura.

Adapun niat puasa Muharram adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.

Khusus hari kesembilan (tasu’a) dan kesepuluh (‘asyura), ada niatnya tersendiri sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.

Niat puasa Asyura secara lengkap:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.”

Wallohua'lam

Minggu, 08 Agustus 2021

KEMENAG UMUMKAN PERGESARAN HARI LIBUR TAHUN BARU ISLAM

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin memastikan bahwa tahun baru Islam tidak berubah, tetap 1 Muharram 1443 H. Hanya, hari libur tahun baru hijriyahnya yang digeser, awalnya 10 Agustus menjadi 11 Agustus 2021 M.

"Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021 M. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 M," tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Selain hari libur dalam rangka peringatan 1 Muharram 1443 H, ada juga perubahan hari libur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, 12 Rabiul Awwal 1443 H. "Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021 M," jelasnya.

"Sedangkan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 M, ditiadakan," sambungnya.

Kamaruddin menjelaskan, kebijakan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. "Ini ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, maka dipandang perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2021 M," sebutnya.

"Jadi hari liburnya saja yang berubah, bukan hari besar keagamaannya," tandasnya.

Selamat atas pelantikan dan penugasan Kepala Sekolah



Segenap Pengurus & Anggota MGMP PAI SMA dan Pengurus AGPAII Lombok Timur Mengucapkan Selamat atas pelantikan dan penugasan Saudara :

  1. Jumaah, S.Pd.I (Sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Wanasaba)
  2. Johri, S.Ag (Sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun
Beliau berdua merupakan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) pada jenjang SMA
Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah barunya, Aamiin.

Pengurus MGMP PAI Harus Berani

Organisasi profesi seperti halnya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus mampu melakukan terobosan-terobosan dalam rangka menguatkan eksistensinya di tengah dinamika dunia pendidikan yang bergerak cepat. Tak terkecuali, kemampuan MGMP PAI untuk melakukan pendekatan kepada segenap pemegang kebijakan di setiap instansi yang memiliki irisan atau kepentingan yang sama dengan MGMP PAI.

Pengurus MGMP PAI punya rasa percaya diri dalam mempromosikan program kerjanya, yang tentu harus diimbangi oleh profesionalisme dari MGMP PAI itu sendiri sehingga pihak luar pun akan mengakui kiprah MGMP PAI.

Kita juga harus profesional, tanggung jawab dalam pelaksanaan maupun pelaporan, tidak hanya sukses pada perencanaan. Saya yakin jika budaya ini terbangun, MGMP PAI bisa memainkan perannya secara utuh sebagai wadah profesi yang memiliki misi untuk meningkatkan mutu pendidik yakni para Guru PAI.

Sabtu, 07 Agustus 2021

REVITALISASI SEMANGAT MENGAJAR GPAI DI MASA PANDEMI

itmgmp-Alhamdulillah, pada hari Senin, 02 Agustus 2021 bertempat di SMAN 1 Aikmel, telah berlangsung kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Negeri/Swasta Lombok Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh 32 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMA Kab. Lombok Timur. Agenda yang diselenggarakan pada hari ini merupakan salah satu rangkaian program kerja MGMP-PAI SMA yang bertujuan untuk tukar ide, gagasan, merevitalisasi kembali kompetensi dan mental para guru PAI Kabupaten Lombok Timur sekaligus memperkuat ukhuwah antar GPAI SMA Lombok Timur.

Kegiatan MGMP Senin 2 Agustus 2021 dihadiri oleh Koordinator Pengawas (Korwas) Pendidikan Agama Islam Kemenag Lombok Timur, Muhammad Syakirin, S.Ag,.M.MPd. beserta seluruh pengurus dan anggota MGMP Mata Pelajaran Pendidikan Agama (GPAI) SMA Lombok Timur. Kegiatan MGMP pada hari ini sedianya akan dihadiri Bapak Kepala Seksi PAI Bapak H. Abdul Hanan, S.Pd.I namun karena ada agenda lain beliau tidak bisa hadir.

Kegiatan MGMP kali ini sangat spesial, karena pada hari ini MGMP-PAI dapat menghadirkan seorang motivator hebat yang sudah memiliki pengalaman sangat luar biasa yaitu Bapak Korwas PAI Muhammad Syakirin. Selain itu konten materi yang diberikan pada hari ini cukup menarik, karena spesifik untuk merevitalisasi semangat, pola mendidik dan teknik pembelajaran PAI yang menarik dan inspiratif dalam masa pendemi Covid-19 yang disajikan dengan pembahasan komunikatif. Dalam materinya, beliau menyampaikan, apabila pembelajaran PAI ingin dapat disajikan secara maksimal dan juga menarik bagi para siswa, maka seorang fasilitaror/guru perlu memperhatikan dan memiliki kemampuan “The 7 Demotivator”.

Pertama; Bad Word, sebisa mungkin guru dapat memilih redaksi yang dapat dipahami, dimengerti dan disesuaikan dengan dunia mereka, juga menghindari menjustifikasi siswa dengan kalimat dan panggilan negatif. Kedua; Bad Education, mendidik mereka sesuai dengan zamannya, sesuai dengan hobi dan bakatnya serta mampu menyelam dalam dunia kompetensi mereka. Ketiga; Bad Reference, membimbing mereka untuk dapat memilih dan memilah sumber bacaan yang tepat, sesuai dengan nilai dan norma kemartabatan. Keempat; Bad Self Image, membimbing mereka untuk memiliki sikap optimis dan meyakinkan mereka bahwa mereka adalah sosok yang sangat special yang Allah hadirkan di muka bumi ini. Kelima; Bad Friend/Partner, memotivasi dan mengarahkan mereka untuk dapat memilih rekan sejawat yang mampu membimbing dan memotivasi mereka. Keenam; Bad Environment, mengarahkan mereka untuk dapat membangun kebiasaan dan budaya hidup yang baik. Ketujuh; Bad Experience, memotivasi mereka bahwa bad experience diperlukan bagi mereka sebagai bahan refleksi diri meraih target dan tujuan hidup, serta menjadi batu pijakan untuk melangkah lebih baik di masa mendatang, sehingga mereka biasa secara cepat mengikuti perubahan.

Setelah penyampaian pembinaan dan motivasi dari bapak Korwas PAI Muhammad Syakirin, S.Ag., M.MPd dilanjutkan dengan penyampaian program kerja mgmp oleh ketua MGMP PAI SMA Asmuni, M.Pd.I yakni pengadaan seragam MGMP agar syiar Guru PAI semakin dikenal di masyarakat, diakhir pertemuan dilanjutkan dengan launching Webblog MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur.

Alhamdulilah, semua rangkaian kegiatan MGMP-PAI yang telah dilaksanakan pada hari ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh pengurus dan anggota MGMP PAI yang telah berkenan hadir pada hari ini, semoga semua rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, Allah penuhi dengan keberkahan dan kemanfaatan khususnya bagi MGMP PAI dan para anggotanya.

=========================================

Maju Bersama, Hebat Semua … !!! (AyahAby)

RPP BLENDED LEARNING PAI SMA

RPP Blended Learning PAI - Pembelajaran berbasis blended learning merupakan pilihan terbaik untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya tarik yang lebih besar dalam berinteraksi antar manusia dalam lingkungan belajar yang beragam. Belajar blended menawarkan kesempatan belajar untuk menjadi baik secara bersama-sama dan terpisah, demikian pula pada waktu yang sama maupun berbeda. Terlebih dalam suasana pandemi seperti saat ini. Sebuah komunitas belajar dapat dilakukan oleh pelajar dan pengajar yang dapat berinteraksi setiap saat, kapan saja dan di mana saja, karena memanfaatkan yang diperoleh komputer maupun perangkat lain smatphone sebagai fasilitasi belajar.

Blended learning memberikan fasilitasi belajar yang sangat sensitif terhadap segala perbedaan karakteristik pskiologis maupun lingkungan belajar. Pembelajaran berbasis blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasi strategi penyampaikan pembelajaran menggunakan kegiatan tatap muka, pembelajaran berbasis komputer (offline), dan komputer secara online (internet dan mobile learning). Pembelajaran berbasis Blended learning berkembang sekitar tahun 2000 dan sekarang banyak digunakan di Amerika Utara, Inggris, Australia, kalangan perguruan tinggi dan dunia pelatihan. Melalui blended learning semua sumber belajar yang dapat memfasilitasi terjadinya belajar bagi orang yang belajar dikembangkan.

Pembelajaran blended dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka (face-to-face) dengan pembelajaran berbasis komputer. Artinya, pembelajaran yang menggunakan pendekatan teknologi pembelajaran dengan kombinasi sumber-sumber belajar tatap muka dengan pengajar maupun yang dimuat dalam media komputer, telpon seluler atau saluran televisi satelit, konferensi video, dan media elektronik lainnya. Pembelajar dan pengajar/fasilitator bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Tujuan utama pembelajaran blended adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pebelajar agar terjadi belajar mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik. Pembelajaran berbasis blended learning, di samping untuk meningkatkan hasil belajar, bermanfaat pula untuk meningkatkan hubungan komunikasi pada tiga mode pembelajaran yaitu lingkungan pembelajaran yang berbasis ruang kelas tradisional, yang offline, dan yang sepenuhnya online.

Para peneliti memberikan bukti yang menunjukkan bahwa blended learning menghasilkan perasaan berkomunitas lebih kuat antar mahasiswa daripada pembelajaran tradisional atau sepenuhnya online (Dwiyoga, 2013). Komponen Pembelajaran Blended Picciano (2009) telah mengembangkan model multimodel untuk mendesain pembelajaran blended. Dia mengidentifikasi enam komponen model yang dipandu dengan tujuan atau capaian pembelajaran untuk setiap keterampilan yang akan dilatihkan.

Beberapa komponen aspek pembelajaran dilaksanakan secara online dan sebagian yang lain dilaksanakan secara offline dan tatap muka. Keenam komponen tersebut meliputi kegiatan

  1. penyampaian materi dengan berbagai teknik dan media,
  2. memfasilitasi kegiatan kerjasama dan memberikan motivasi,
  3. mendorong siswa untuk berdialog dan bertanya jawab,
  4. memberikan kegiatan yang mendorong siswa unntuk memberikan respon dan refleksi,
  5. mendorong siswa untuk berkolaborasi dalam belajar dan menyelesaikan tugas, dan
  6. mengajak siswa untuk menyimpulkan dan menilai proses pembelajaran.

Tahap Pelaksanaan Blended Learning Secara spesifik Profesor Steve Slemer (2005) dan Soekartawi (2005) menyarankan enam tahapan dalam merancang dan menyelenggarakan Blended Learning agar hasilnya optimal, yaitu: Tetapkan macam dan materi bahan ajar. Tetapkan rancangan dari Blended Learning yang digunakan. Tetapkan format dari on-line Learning. Lakukan uji terhadap rancangan yang dibuat. Selenggarakan Blended Learning dengan baik dengan cara menyiapkan tenaga pengajar yang ahli dalam bidang tersebut. Siapkan kriteria untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Blended Learning (Anonim, 2016; online).

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Blended Pembelajaran blended memiliki kelebihan sebagai berikut: Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling mellengkapi; Pembelajaran lebih efektif dan efesien; Peningkatan aksesbilitas dalam mengakses materi pembelajaran; Pembelajaran lebih bervariatif. Adapun kekurangan pembelajaran blended adalah: Media yang dibutuhkan beragam sehingga apabila sarana dan prasarana tidak memadai tidak bisa dilaksanakan; Tidak meratanya fasilitas yang dimilik peserta didik, seperti computer dan akses internet; Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi; Membutuhkan keprofesionalan guru untuk menggunakan media IT dan sarana yang mendukung.

Dibawah ini kami sajikan beberapa contoh untuk dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan RPP Blended Learning

RPP Blended PAI Kelas X Download WORD Download PDF
RPP Blended PAI Kelas XI Download Download PDF
RPP Blended PAI Kelas XII Download Download PDF

SELALU BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH SWT

Husnu Dzhan atau berbaik sangka adalah Sikap sederhana tetapi sulit dilakukan jika tidak bersungguh-sungguh. Sebuah riwayat dituturkan Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin Jilid 4 bab al-Khauf wa al-Raja’, tentang harapan akan ampunan Ilahi bagi seorang Bani Israil yang dimasukkan ke dalam neraka selama 1.000 tahun. Dia terus menjerit memanggil nama Allah.

Lantas Jibril diperintahkan membawanya ke hadapan-Nya. Allah bertanya, “Bagaimana keadaan tempatmu?“

“Jelek sekali, ya Allah,“ jawabnya.

Maka Allah pun menyuruhnya kembali masuk ke neraka. Dia berjalan keluar dan tiba-tiba membalik badannya kembali kepada Tuhan. Lalu ditanya, “Kenapa engkau balik badan?“.

Si pendosa itu menjawab, “Karena aku benar-benar berharap Engkau tak kembalikan aku ke neraka setelah sejenak aku dikeluarkan.“

Tuhan lalu perintahkan para malaikat untuk memasukkannya ke dalam surga. Karena, ternyata dia masih punya harapan akan rahmat dan ampunan Allah. Subhanallah. Saya tidak tahu apakah itu hanya kisah rekaan sang Hujjatul Islam untuk menggambarkan pemikiran dan pandangannya atau memang benar-benar riwayat yang beliau baca untuk ditularkan kepada kita semua.

Namun, yang jelas, Imam al-Ghazali ingin mengajak kita, para pembaca setia pemikirannya, untuk memohon keselamatan lewat ampunan dan kasih sayang Allah. Mereka yang penuh dosa namun masih berharap pada ampunan-Nya akan dipeluk oleh kasih sayang-Nya.

Berbaik sangkalah kepada Allah, maka Allah pun akan memberi kebaikan kepadamu. Yakinlah bahwa Allah itu Maha Pengampun, niscaya Dia pun akan mengampuni dosa hamba-Nya.

Berharaplah kepada Allah untuk meminta apa saja yang engkau butuhkan selama itu masih berupa kebaikan untuk mencari ridha-Nya. Jangan tutup harapan dan kecerahan masa depanmu hanya karena engkau tidak yakin bahwa Allah akan menolong hidupmu.

Dalam keseharian, Rasulullah senantiasa mendidik dan mengarahkan para sahabatnya agar selalu berbaik sangka terhadap Allah. Dari Jabir r.a. dia berkata, aku mendengar Rasulullah tiga hari sebelum wafatnya beliau bersabda,

لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ ( رواه مسلم، رقم 2877

“Janganlah seseorang di antara kalian meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah.” (HR Muslim).

Berbaik sangka kepada Allah adalah kenikmatan yang agung dan menjadi jaminan kebahagiaan hidup seseorang di dunia dan akhirat. Hadits Qudsi lengkap tentang sangkaan kepada Allah dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW.

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً (رواه البخاري، رقم 7405 ومسلم ، رقم 2675

”Sesungguhnya Allah berfirman, “Aku menurut prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya saat ia mengingat-Ku. Jika ia mengingatku dalam kesendirian, Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam keramaian, Aku akan mengingatnya dalam keramaian yang lebih baik daripada keramaiannya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat kepadanya se depa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR Bukhari dan Muslim).

Laksana Do’a

Beberapa bentuk husnuzh-zhann kita kepada Allah adalah bahwa doa kita akan diterima oleh Allah. Setidaknya, ada tica cara Allah menerima doa kita, yaitu langsung dinyatakan dalam kehidupan di dunia, dihindarkan dari keburukan hidup dan dibalas di hari akhir nanti. Jika orang sudah tidak yakin, maka ia tidak akan mendapatkan apapun kecuali kehampaan dan keputusasaan.

Adapun bentuk su’uzh-zhann kita kepada-Nya adalah bahwa “Allah itu tidak adil”, “dengan sakit Allah ingin menyiksaku”, “bahwa ujian ini adalah adzab Allah kepadaku”, “hanya aku yang diuji dan disakiti seperti ini” dan sebagainya. Semoga kita selalu berbaik sangka kepada Allah dan dihindarkan dari berburuk sangka kepada Allah. Aamiin.