MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur Senin, 7 Februari 2022 bertempat di SMAN 1 Suralaga Kegiatan MGMP ini membahas terkait tehnik penyusunan soal yang baik benar persiapan dalam penyusunan naskah soal Ujian Sekolah (US). Kegiatan tersebut menghadirkan bapak pengawas PAI Muhammad Syakirin, S.Ag.,M.MPd. sebagai pemateri, dan dihadiri pengurus dan Anggota MGMP PAI SMA se Kabupaten Lombok Timur.
Salah satu titik fokus dari pendidikan saat ini adalah penilaian berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Keterampilan tersebut mendorong peserta didik mampu berpikir kritis, analitis, sistematis, terutama dalam konteks pemecahan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman sebaya. Namun demikian, belum semua pendidik mampu menyusun soal yang berorientasi pada keterampilan yang dimaksud. Tujuan dari kegiatan MGMP ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait penyusunan soal yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi kepada para guru PAI SMA yang berjumlah 45 orang. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan presentasi.
Pengawas PAI Kemenag Lotim Bapak Muhammad Syakirin menjelaskan bahwa Pada dasarnya kita semua menghendaki lulusan yang berkualitas agar peserta didik mampu berpikir kritis, literal, dan sistemis, terutama dalam pemecahan masalah sehingga mereka bisabersaing dan menjadi pemenang dalam persaingan yang ada.
Aktivitas pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu dari peningkatan kualitas lulusan kita. Sesungguhnya, soal-soal yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) memampukan peserta didik berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif. Pemerintah melalui Kemendikbud kementerian agama mewajibkan semua guru pada setiap satuan pendidikan formal untuk mendesain pembelajaran dan standar penilaian berorientasi pada HOTS demi peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia.
Bapak/ibu guru yang terbiasa dengan penyusunan soal-soal berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Rendah atau Lower Order Thinking Skill (LOTS) dan Keterampilan Berpikir Tingkat Sedang atau Medium Order Thinking Skill (MOTS) untuk segera beradaptasi dengan tuntutan HOTS demi kualitas peserta didik kita.
Selanjutnya teknik penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS dalam pembelajaran PAI terdiri dari (1) menganalisa KD; (2) mengembangkan kisi-kisi; (3) memilih stimulus yang menarik dan konstektual; (4) menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal; (5) menentukan kunci jawaban/pedoman penskoran; (6) melakukan analisis kualitatif; dan (7) melakukan analisis kuantitatif.
langkah-langkah penyusunan soal HOTS dalam pembelajaran PAI, adalah sebagai berikut :
langkah pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa KD, guru terlebih dahulu memilih KD mata pelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013. Setelah itu, analisis mana saja KD yang berada pada level kognitif berdasarkan taksonomi bloom dan sesuai dengan level HOTS. Adapun level kognitif yang dimaksud adalah menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengkreasikan (C6). Langkah kedua adalah mengembangkan kisi-kisi, pada langkah ini soal harus berisi keterkaitan antara KD, indikator soal, materi, level kognitif dan bentuk soalnya.
Langkah ketiga, memilih stimulus yang menarik dan konstektual. Dalam konteks ujian sekolah, guru dapat memilih stimulus dari lingkungan sekolah atau daerah setempat.
Langkah keempat menulis butir pertanyaan, pada bagian ini pertanyaan yang ditulis harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam materi dan menampilkan masalah aktual.
Langkah kelima menentukan kunci jawaban/pedoman penskoran, pada bagian ini pedoman penskoran dibuat untuk bentuk soal uraian. Sementara kunci jawaban dibuat untuk bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks. Pungkas Syakirin mengakhiri penjelasannya.
Selanjutnya ketua MGMP PAI Asmuni menjelaskan, bahwa kegiatan MGMP hari ini mendorong para guru memahami konstruksi soal-soal berorientasi pada HOTS. Di samping itu, para peserta MGMP merasa senang dan puas dengan materi yang disajikan oleh bapak Pengawas PAI.
Hubbus Salim menjelaskan bahwa sebelum ada penjelasan terkait materi ini GPAI hanya mengkonstruksi soal-soal yang merujuk pada buku-buku wajib mata pelajaran. Penjelasan materi penyusunan soal LOTS HOTS MOTS dari bapak pengawas PAI membuka wawasan kita terkait proporsional penyusunan soal sesuai dengan taksonomi Bloom, yaitu soal-soal yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat rendah (C1 dan C2), berpikir tingkat sedang (C3), dan berpikir tingkat tinggi (C4-C6).