Kamis, 26 Agustus 2021
Gelar PPKB, Kakanwil Kemenag NTB : GPAI Harus Miliki ‘’Learning To Know dan Learning To Be’’
Agustus 26, 2021
No comments
itmgmpaisma --- Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB Dr. H.M.Zaidi Abdad ., M.Ag membuka secara resmi kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB), bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SMP, SMA dan SMK. Kegiatan digelar di Jayakarta Hotel, Senggigi Batu Layar Kabupaten Lombok Barat. Senin, (23/8).
Dalam kesempatan itu, Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag menyebut guru merupakan unsur utama pada keseluruhan proses pendidikan, terutama di tingkat institusional dan instruksional. Posisi guru dalam pelaksanaannya berada pada garis terdepan.
Disampaikan juga bahwa PPKB merupakan program Direktorat PAI sejak tahun 2017, sekaligus juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Menpan RB Nomor 16 Tahun 2009. Berdasarkan Peraturan Menpan RB Nomor 16 Tahun 2009, tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap profesional guru dan tenaga kependidikan yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kinerja guru PAI.
Terkait dengan itu Kakanwil berharap agar guru bisa melakukan pengembangan diri melalui kemampuan literasi, dan aktif terlibat dalam kegiatan pengembangan diri, inovatif dan kreatif dalam menyampaikan materi terlebih diera pandemi covid 19, dan membuat karya tulis ilmiah, tegasnya.
‘’Kemampuan lain ini tentu, adalah GPAI yang dalam hal ini menjadi garda terdepan, harus memiliki keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know), keterampilan dalam mengembangkan jati diri (Learning to be), dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do, serta yang terpenting adalah keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together),’’ sambungnya.
Sementara itu Bapak Muhammad Azuddin, S.Ag, M.Pd.I selaku Ketua Panitia sekaligus Kasi PAIS Tingkat Menengah mengatakan, bahwa guru sebagai pilar utama dalam proses pendidikan memiliki pengaruh paling besar terhadap hasil belajar siswa. Pendidikan bermutu dipengaruhi guru bermutu juga, dan salah satu faktor menjadikan guru itu bermutu adalah, kemampuan literasi seorang guru.
Berdasarkan penting dan strategisnya kemampuan literasi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka pembinaan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Pendidikan Agama Islam menitikberatkan pada kompetensi GPAI dalam bidang literasi khususnya Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
‘’Seorang guru harus terus meningkatkan keprofesionalismenya, melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan. Sehingga anak didik tersebut memilki kualitas yang baik,’’
PPKB ini menurut Bapak Azuddin, adalah salah satu bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru PAI yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa.
Kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) berlangsung dua hari 23 -24 Agustus 2021 yang diikuti 50 Guru PAI jenjang SMP, SMA/SMK dan nara sumber dari Kanwil Kemenag NTB, WI dari LPMP NTB, dan Praktisi Pendidikan.
(ayah aby)
Selasa, 17 Agustus 2021
Update Data GPAI pada Aplikasi SIAGA - EMIS Pendis Tapel 2021/2022
Agustus 17, 2021
No comments
Sehubungan dengan telah dibukanya update data GPAI pada aplikasi SIAGA dan Emis PAI tahun Pelajaran 2021/2022, oleh karenanya di infokan untuk semua GPAI se-kabupaten lombok timur untuk membuka aplikasi SIAGA nya,.untuk mengisi dan melengkapi jadwal pelajaran dan data data yang lain agar teman GPAI aktif di siaga sesuai dengan petunjuk dari aperator PAIS, apabila terdapat kendala, silahkan bisa datang ke kantor atau menghubungi operator PAIS.
Bagi GPAI yang sudah mengisi jadwal di siaga dan mau mengaktifkan jadwal di siaga silahkan membawa sk pembagian tugas dan lapor bulan jumlah siswa dari dapodik ke bagian seksi PAIS supaya bisa di setujui..
Adapun berkas yang perlu dipersiapkan sebagaimana isi surat pemberitahuan pengisian data dari Kasi Pais Kemenag Lombok Timur dianataranya adalah sebagai berikut :
- SK Pengangkatan menjadi guru tahun pelajaran 2021/2022 (Non PNS) di Upload pada "Status Pegawai"
- SK Kenaikan Pangkat/SK Berkala (PNS) Upload pada "Status Pegawai"
- SK pembagian Tugas dan lapor Bulan Jumlah Siswa dari Dapodik sebagai Syarat mengaktifkan Jadwal Mengajar
- Jurnal Pengembangan PAI yang sudah ditanda tangani oleh Pengawas bagi GPAI yang menjabat Kepala Sekolah
- SKMT dan SKBK menunggu Jadwal pemberkasan
Surat Pemberitahuan dan pengisian data SIAGA-EMIS PAI Download
(itmgmpais21)
Senin, 09 Agustus 2021
Makna Peringatan Tahun Baru 1443 Hijriah
Agustus 09, 2021
No comments
Tahun Baru Hijriah memiliki makna tersendiri bagi setiap Muslim. Oleh karena itu, momen ini sangat dimuliakan. Umat Islam memperingati datangnya tahun baru hijriah berbeda dengan tahun baru masehi. Tahun baru masehi biasanya dirayakan dengan hura-hura dan berpesta. Sedangkan tahun baru hijriah diperingati dengan memanjatkan doa.
Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Maka hijrah yang akan kita jalani dalam arti kiasan disini, adalah hijrah nafsiah dan hijratul amaliyah, yaitu perpindahan dari kufur menuju iman, peningkatan mutu diri dari segi spiritual dan intelektual, serta meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Bebarap makna yang dapat kita ambil dalam peringatan tahun baru Hijriah 1443 H diantaranya:
1. Hijrahnya Nabi Muhammad
Tanggal 1 Muharram juga diperingati sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hijrah dari Kota Makkah ke Madinah yang kemudian melahirkan agama Islam.
Setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hijrah, Islam mengalami perkembangan pesat dan makin menyebar hingga ke Makkah serta wilayah sekitarnya.
2. Anjuran puasa Muharam
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mendorong umatnya melakukan puasa pada bulan Muharam. Hal ini sebagaimana sabda beliau:
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim Nomor 1163, dari Abu Hurairah)
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, "Hadis ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharam." (Syarh Shahih Muslim, 8: 55)
Setidaknya, ada lima keutamaan puasa Muharram. Pertama, menjadi puasa yang paling utama, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim. Kedua, termasuk dalam keutamaan berpuasa dalam bulan-bulan mulia atau al-asyhurul hurum. Ketiga, puasa sehari dalam bulan Muharrram pahalanya sama dengan puasa 30 hari. Selain itu, Keempat, khusus puasa hari Asyura, yakni pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat. Kelima, Sementara puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram yang dijadikan pelengkap puasa Asyura pada 10 Muharram, menjadi pembeda umat Islam dengan umat Yahudi yang sama-sama berpuasa di hari Asyura.
Adapun niat puasa Muharram adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.
Khusus hari kesembilan (tasu’a) dan kesepuluh (‘asyura), ada niatnya tersendiri sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.
Niat puasa Asyura secara lengkap:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.”
Wallohua'lam
Minggu, 08 Agustus 2021
KEMENAG UMUMKAN PERGESARAN HARI LIBUR TAHUN BARU ISLAM
Agustus 08, 2021
No comments
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin memastikan bahwa tahun baru Islam tidak berubah, tetap 1 Muharram 1443 H. Hanya, hari libur tahun baru hijriyahnya yang digeser, awalnya 10 Agustus menjadi 11 Agustus 2021 M.
"Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021 M. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 M," tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu (4/8/2021).
Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.
Selain hari libur dalam rangka peringatan 1 Muharram 1443 H, ada juga perubahan hari libur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, 12 Rabiul Awwal 1443 H. "Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021 M," jelasnya.
"Sedangkan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 M, ditiadakan," sambungnya.
Kamaruddin menjelaskan, kebijakan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. "Ini ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, maka dipandang perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2021 M," sebutnya.
"Jadi hari liburnya saja yang berubah, bukan hari besar keagamaannya," tandasnya.
"sumber : https://www.kemenag.go.id/
Selamat atas pelantikan dan penugasan Kepala Sekolah
Agustus 08, 2021
No comments
Segenap Pengurus & Anggota MGMP PAI SMA dan Pengurus AGPAII Lombok Timur Mengucapkan Selamat atas pelantikan dan penugasan Saudara :
- Jumaah, S.Pd.I (Sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Wanasaba)
- Johri, S.Ag (Sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun
Beliau berdua merupakan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) pada jenjang SMA
Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah barunya, Aamiin.
Pengurus MGMP PAI Harus Berani
Agustus 08, 2021
No comments
Organisasi profesi seperti halnya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus mampu melakukan terobosan-terobosan dalam rangka menguatkan eksistensinya di tengah dinamika dunia pendidikan yang bergerak cepat. Tak terkecuali, kemampuan MGMP PAI untuk melakukan pendekatan kepada segenap pemegang kebijakan di setiap instansi yang memiliki irisan atau kepentingan yang sama dengan MGMP PAI.
Pengurus MGMP PAI punya rasa percaya diri dalam mempromosikan program kerjanya, yang tentu harus diimbangi oleh profesionalisme dari MGMP PAI itu sendiri sehingga pihak luar pun akan mengakui kiprah MGMP PAI.
Kita juga harus profesional, tanggung jawab dalam pelaksanaan maupun pelaporan, tidak hanya sukses pada perencanaan. Saya yakin jika budaya ini terbangun, MGMP PAI bisa memainkan perannya secara utuh sebagai wadah profesi yang memiliki misi untuk meningkatkan mutu pendidik yakni para Guru PAI.
Sabtu, 07 Agustus 2021
REVITALISASI SEMANGAT MENGAJAR GPAI DI MASA PANDEMI
Agustus 07, 2021
No comments
itmgmp-Alhamdulillah, pada hari Senin, 02 Agustus 2021 bertempat di SMAN 1 Aikmel, telah berlangsung kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Negeri/Swasta Lombok Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh 32 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMA Kab. Lombok Timur. Agenda yang diselenggarakan pada hari ini merupakan salah satu rangkaian program kerja MGMP-PAI SMA yang bertujuan untuk tukar ide, gagasan, merevitalisasi kembali kompetensi dan mental para guru PAI Kabupaten Lombok Timur sekaligus memperkuat ukhuwah antar GPAI SMA Lombok Timur.
Kegiatan MGMP Senin 2 Agustus 2021 dihadiri oleh Koordinator Pengawas (Korwas) Pendidikan Agama Islam Kemenag Lombok Timur, Muhammad Syakirin, S.Ag,.M.MPd. beserta seluruh pengurus dan anggota MGMP Mata Pelajaran Pendidikan Agama (GPAI) SMA Lombok Timur. Kegiatan MGMP pada hari ini sedianya akan dihadiri Bapak Kepala Seksi PAI Bapak H. Abdul Hanan, S.Pd.I namun karena ada agenda lain beliau tidak bisa hadir.
Kegiatan MGMP kali ini sangat spesial, karena pada hari ini MGMP-PAI dapat menghadirkan seorang motivator hebat yang sudah memiliki pengalaman sangat luar biasa yaitu Bapak Korwas PAI Muhammad Syakirin. Selain itu konten materi yang diberikan pada hari ini cukup menarik, karena spesifik untuk merevitalisasi semangat, pola mendidik dan teknik pembelajaran PAI yang menarik dan inspiratif dalam masa pendemi Covid-19 yang disajikan dengan pembahasan komunikatif. Dalam materinya, beliau menyampaikan, apabila pembelajaran PAI ingin dapat disajikan secara maksimal dan juga menarik bagi para siswa, maka seorang fasilitaror/guru perlu memperhatikan dan memiliki kemampuan “The 7 Demotivator”.
Pertama; Bad Word, sebisa mungkin guru dapat memilih redaksi yang dapat dipahami, dimengerti dan disesuaikan dengan dunia mereka, juga menghindari menjustifikasi siswa dengan kalimat dan panggilan negatif. Kedua; Bad Education, mendidik mereka sesuai dengan zamannya, sesuai dengan hobi dan bakatnya serta mampu menyelam dalam dunia kompetensi mereka. Ketiga; Bad Reference, membimbing mereka untuk dapat memilih dan memilah sumber bacaan yang tepat, sesuai dengan nilai dan norma kemartabatan. Keempat; Bad Self Image, membimbing mereka untuk memiliki sikap optimis dan meyakinkan mereka bahwa mereka adalah sosok yang sangat special yang Allah hadirkan di muka bumi ini. Kelima; Bad Friend/Partner, memotivasi dan mengarahkan mereka untuk dapat memilih rekan sejawat yang mampu membimbing dan memotivasi mereka. Keenam; Bad Environment, mengarahkan mereka untuk dapat membangun kebiasaan dan budaya hidup yang baik. Ketujuh; Bad Experience, memotivasi mereka bahwa bad experience diperlukan bagi mereka sebagai bahan refleksi diri meraih target dan tujuan hidup, serta menjadi batu pijakan untuk melangkah lebih baik di masa mendatang, sehingga mereka biasa secara cepat mengikuti perubahan.
Setelah penyampaian pembinaan dan motivasi dari bapak Korwas PAI Muhammad Syakirin, S.Ag., M.MPd dilanjutkan dengan penyampaian program kerja mgmp oleh ketua MGMP PAI SMA Asmuni, M.Pd.I yakni pengadaan seragam MGMP agar syiar Guru PAI semakin dikenal di masyarakat, diakhir pertemuan dilanjutkan dengan launching Webblog MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur.
Alhamdulilah, semua rangkaian kegiatan MGMP-PAI yang telah dilaksanakan pada hari ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh pengurus dan anggota MGMP PAI yang telah berkenan hadir pada hari ini, semoga semua rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, Allah penuhi dengan keberkahan dan kemanfaatan khususnya bagi MGMP PAI dan para anggotanya.
=========================================
Maju Bersama, Hebat Semua … !!! (AyahAby)
RPP BLENDED LEARNING PAI SMA
Agustus 07, 2021
No comments
RPP Blended Learning PAI - Pembelajaran berbasis blended learning merupakan pilihan terbaik untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya tarik yang lebih besar dalam berinteraksi antar manusia dalam lingkungan belajar yang beragam. Belajar blended menawarkan kesempatan belajar untuk menjadi baik secara bersama-sama dan terpisah, demikian pula pada waktu yang sama maupun berbeda. Terlebih dalam suasana pandemi seperti saat ini. Sebuah komunitas belajar dapat dilakukan oleh pelajar dan pengajar yang dapat berinteraksi setiap saat, kapan saja dan di mana saja, karena memanfaatkan yang diperoleh komputer maupun perangkat lain smatphone sebagai fasilitasi belajar.
Blended learning memberikan fasilitasi belajar yang sangat sensitif terhadap segala perbedaan karakteristik pskiologis maupun lingkungan belajar. Pembelajaran berbasis blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasi strategi penyampaikan pembelajaran menggunakan kegiatan tatap muka, pembelajaran berbasis komputer (offline), dan komputer secara online (internet dan mobile learning). Pembelajaran berbasis Blended learning berkembang sekitar tahun 2000 dan sekarang banyak digunakan di Amerika Utara, Inggris, Australia, kalangan perguruan tinggi dan dunia pelatihan. Melalui blended learning semua sumber belajar yang dapat memfasilitasi terjadinya belajar bagi orang yang belajar dikembangkan.
Pembelajaran blended dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka (face-to-face) dengan pembelajaran berbasis komputer. Artinya, pembelajaran yang menggunakan pendekatan teknologi pembelajaran dengan kombinasi sumber-sumber belajar tatap muka dengan pengajar maupun yang dimuat dalam media komputer, telpon seluler atau saluran televisi satelit, konferensi video, dan media elektronik lainnya. Pembelajar dan pengajar/fasilitator bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tujuan utama pembelajaran blended adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pebelajar agar terjadi belajar mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik. Pembelajaran berbasis blended learning, di samping untuk meningkatkan hasil belajar, bermanfaat pula untuk meningkatkan hubungan komunikasi pada tiga mode pembelajaran yaitu lingkungan pembelajaran yang berbasis ruang kelas tradisional, yang offline, dan yang sepenuhnya online.
Para peneliti memberikan bukti yang menunjukkan bahwa blended learning menghasilkan perasaan berkomunitas lebih kuat antar mahasiswa daripada pembelajaran tradisional atau sepenuhnya online (Dwiyoga, 2013). Komponen Pembelajaran Blended Picciano (2009) telah mengembangkan model multimodel untuk mendesain pembelajaran blended. Dia mengidentifikasi enam komponen model yang dipandu dengan tujuan atau capaian pembelajaran untuk setiap keterampilan yang akan dilatihkan.
Beberapa komponen aspek pembelajaran dilaksanakan secara online dan sebagian yang lain dilaksanakan secara offline dan tatap muka. Keenam komponen tersebut meliputi kegiatan
- penyampaian materi dengan berbagai teknik dan media,
- memfasilitasi kegiatan kerjasama dan memberikan motivasi,
- mendorong siswa untuk berdialog dan bertanya jawab,
- memberikan kegiatan yang mendorong siswa unntuk memberikan respon dan refleksi,
- mendorong siswa untuk berkolaborasi dalam belajar dan menyelesaikan tugas, dan
- mengajak siswa untuk menyimpulkan dan menilai proses pembelajaran.
Tahap Pelaksanaan Blended Learning Secara spesifik Profesor Steve Slemer (2005) dan Soekartawi (2005) menyarankan enam tahapan dalam merancang dan menyelenggarakan Blended Learning agar hasilnya optimal, yaitu: Tetapkan macam dan materi bahan ajar. Tetapkan rancangan dari Blended Learning yang digunakan. Tetapkan format dari on-line Learning. Lakukan uji terhadap rancangan yang dibuat. Selenggarakan Blended Learning dengan baik dengan cara menyiapkan tenaga pengajar yang ahli dalam bidang tersebut. Siapkan kriteria untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Blended Learning (Anonim, 2016; online).
Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Blended Pembelajaran blended memiliki kelebihan sebagai berikut: Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling mellengkapi; Pembelajaran lebih efektif dan efesien; Peningkatan aksesbilitas dalam mengakses materi pembelajaran; Pembelajaran lebih bervariatif. Adapun kekurangan pembelajaran blended adalah: Media yang dibutuhkan beragam sehingga apabila sarana dan prasarana tidak memadai tidak bisa dilaksanakan; Tidak meratanya fasilitas yang dimilik peserta didik, seperti computer dan akses internet; Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi; Membutuhkan keprofesionalan guru untuk menggunakan media IT dan sarana yang mendukung.
Dibawah ini kami sajikan beberapa contoh untuk dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan RPP Blended Learning
| RPP Blended PAI Kelas X | Download WORD | Download PDF |
| RPP Blended PAI Kelas XI | Download | Download PDF |
| RPP Blended PAI Kelas XII | Download | Download PDF |














