MGMP PAI SMA LOMBOK TIMUR

Saluran Informasi Komunikasi Berbagi

Minggu, 06 Februari 2022

MGMP PAI Gelar Bimtek Penyusunan Soal



MGMP PAI SMA Kabupaten Lombok Timur Senin, 7 Februari 2022 bertempat di SMAN 1 Suralaga  Kegiatan MGMP ini membahas terkait tehnik penyusunan soal yang baik benar persiapan dalam penyusunan naskah soal Ujian Sekolah (US). Kegiatan tersebut menghadirkan bapak pengawas PAI Muhammad Syakirin, S.Ag.,M.MPd. sebagai pemateri, dan dihadiri pengurus dan Anggota MGMP PAI SMA se Kabupaten Lombok Timur.

Salah satu titik fokus dari pendidikan saat ini adalah penilaian berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Keterampilan tersebut mendorong peserta didik mampu berpikir kritis, analitis, sistematis, terutama dalam konteks pemecahan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan teman sebaya. Namun demikian, belum semua pendidik mampu menyusun soal yang berorientasi pada keterampilan yang dimaksud. Tujuan dari kegiatan MGMP ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait penyusunan soal yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi kepada para guru PAI SMA yang berjumlah 45 orang. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan presentasi. 

Pengawas PAI Kemenag Lotim Bapak Muhammad Syakirin menjelaskan bahwa Pada dasarnya kita semua menghendaki lulusan yang berkualitas agar peserta  didik mampu berpikir kritis,  literal, dan sistemis, terutama dalam pemecahan masalah sehingga mereka  bisabersaing  dan  menjadi  pemenang  dalam  persaingan  yang  ada. 

Aktivitas pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu dari peningkatan kualitas lulusan kita. Sesungguhnya, soal-soal  yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) memampukan peserta didik berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif. Pemerintah melalui Kemendikbud kementerian agama mewajibkan  semua  guru  pada  setiap  satuan pendidikan  formal  untuk mendesain pembelajaran dan standar penilaian berorientasi pada HOTS demi  peningkatan kualitas Pendidikan di  Indonesia. 

Bapak/ibu guru yang terbiasa dengan penyusunan soal-soal berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Rendah atau Lower Order Thinking  Skill (LOTS) dan Keterampilan Berpikir Tingkat Sedang atau Medium Order Thinking Skill (MOTS) untuk segera beradaptasi dengan tuntutan HOTS demi kualitas peserta didik kita. 

Selanjutnya teknik penyusunan instrumen penilaian berbasis HOTS dalam pembelajaran PAI terdiri dari (1) menganalisa KD; (2) mengembangkan kisi-kisi; (3) memilih stimulus yang menarik dan konstektual; (4) menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal; (5) menentukan kunci jawaban/pedoman penskoran; (6) melakukan analisis kualitatif; dan (7) melakukan analisis kuantitatif. 

langkah-langkah penyusunan soal  HOTS  dalam  pembelajaran PAI, adalah sebagai berikut : 

langkah pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa KD, guru terlebih dahulu memilih KD mata  pelajaran yang digunakan dalam  kurikulum  2013. Setelah itu,  analisis  mana  saja  KD  yang  berada  pada  level  kognitif  berdasarkan  taksonomi bloom dan sesuai dengan level HOTS. Adapun level kognitif yang dimaksud adalah menganalisis  (C4),  mengevaluasi  (C5),  dan  mengkreasikan  (C6).  Langkah  kedua adalah  mengembangkan  kisi-kisi,  pada  langkah  ini  soal  harus  berisi  keterkaitan antara KD, indikator soal, materi, level  kognitif dan  bentuk soalnya.

Langkah ketiga, memilih stimulus yang menarik dan konstektual. Dalam konteks ujian sekolah, guru dapat  memilih  stimulus  dari  lingkungan  sekolah  atau  daerah  setempat.  

Langkah keempat  menulis  butir  pertanyaan,  pada  bagian  ini  pertanyaan  yang  ditulis  harus sesuai  dengan  kriteria  yang  ditetapkan  dalam  materi  dan  menampilkan  masalah aktual. 

Langkah  kelima  menentukan  kunci  jawaban/pedoman  penskoran,  pada bagian  ini  pedoman  penskoran  dibuat  untuk  bentuk  soal  uraian.  Sementara  kunci jawaban  dibuat  untuk  bentuk  soal  pilihan  ganda,  pilihan  ganda  kompleks. Pungkas Syakirin mengakhiri penjelasannya.

Selanjutnya ketua MGMP PAI Asmuni menjelaskan, bahwa kegiatan MGMP hari  ini  mendorong  para  guru memahami konstruksi soal-soal berorientasi pada HOTS. Di samping itu, para peserta MGMP  merasa senang dan puas dengan materi  yang  disajikan  oleh  bapak Pengawas PAI.  

Hubbus Salim menjelaskan bahwa sebelum ada penjelasan terkait materi ini GPAI hanya mengkonstruksi soal-soal yang merujuk pada buku-buku wajib mata pelajaran. Penjelasan materi penyusunan soal LOTS HOTS MOTS dari bapak  pengawas PAI membuka wawasan kita   terkait  proporsional penyusunan soal sesuai dengan taksonomi Bloom,  yaitu  soal-soal  yang  berorientasi pada  keterampilan  berpikir  tingkat  rendah (C1 dan C2), berpikir tingkat sedang  (C3), dan berpikir tingkat tinggi (C4-C6).

0 comments:

Posting Komentar